2 tahun lalu |11 April 2016 20:28 |719 Pembaca

40 Persen KK di Humbahas Masih Buang Air Sembarangan

Foto: Bupati Dosmar Banjarnahor bersama narasumber saat sosialisasi lintas sektoral STBM. Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Sekitar 40 persen kepala keluarga (KK) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) masih buang hajat di sembarang tempat. Itu terjadi lantaran mereka belum memiliki sarana jamban yang sehat.

Hal itu dikatakan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor saat sosialisasi lintas sektor program Sanitasi Total Bersih Masyarakat (STBM) di Aula Huta Mas Doloksanggul, Senin (11/4).

Untuk mengurangi penyakit berbasis lingkungan, Dosmar meminta semua elemen masyarakat mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten, sehati memberhasilkan program STBM ini dengan melakukan 5 pilar.

Yaitu, stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum rumahtangga, pengelolaan sampah rumahtangga, dan pengelolaan limbah cair rumahtangga.

“Berdasarkan data dinas kesehatan, saat ini masih ada 40,20 persen KK masih buang air sembarangan tempat. Itu karena masih ada keluarga yang belum memiliki jamban,” ujar Dosmar dalam sambutannya.

Sementara Kadis Kesehatan Humbahas Budiman Simanjuntak melaporkan, tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dukungan dan komitmen dari unsur lintas sektor terkait program STBM. Lalu untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis mandiri demi meningkatkan derajat kesehatan.

Dia juga mengakui, sebagian besar rumah warga sudah dilengkapi dengan kamar mandi, tetapi belum jaminan termasuk jamban sehat. “Diharapkan setelah paham, masyarakat bisa menghentikan kebiasaan perilaku buang air besar sembarangan, menjadi buang air besar di jamban keluarga. Karena buang air besar sembarangan akan mencemari lingkungan sekitar, bahkan menjadi sumber penyakit,” ujarnya.

Peserta sosialisasi itu sebanyak 198 orang, yaitu 10 camat, 154 kepala desa/lurah, 12 kepala puskesmas ,12 petugas keslingpus kesmas, dan 10 orang bidan desa/perawat di poskesdes.

Editor: Mora