2 tahun lalu |12 April 2016 22:37 |1667 Pembaca

Petugas Pajak Sibolga Tewas Dianiaya Toke Getah di Gunungsitoli

Gambar ilustrasi

GUNUNGSITOLI, SUARATAPANULI.COM – Dua Petugas Pajak KPP Pratama Sibolga, Parada Toga Frans Siahaan (30) dan Soza Nolo Lase (30) dikabarkan tewas ditikam dan dianiaya seorang pengusaha toke getah karet berinisial AL (45), di Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Selasa (12/4) sore. Parada merupakan petugas juru sita, sedangkan Sozo berstatus honorer.

Informasi yang dihimpun, kedua korban dihabisi di dekat sebuah gudang milik AL di Jalan Yos Sudarso, Hilihao, Kota Gunungsitoli. Pelaku melakukannya dengan sebilah pisau dan benda tumpul. Keduanya meninggal dunia di tempat akibat luka berat yang dialami.

Diduga, AL nekad menghabisi nyawa kedua korban karena merasa terpojok tidak mampu membayar tunggakan pajaknya yang membengkak mencapai Rp14 miliar lebih.

Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua kepada wartawan membenarkan peristiwa pembunuhan sadis tersebut. Setelah melakukan pembunuhan, pelaku AL langsung menyerahkan diri ke mapolres. Kini pelaku ditahan di sel mapolres dan menjalani pemeriksaan. Sementara hingga Selasa (12/4) malam, jasad kedua korban masih berada di RSU Gonungsitoli.

“Tapi untuk memastikan motif dan kronologisnya, kami melakukan penyidikan lebih lanjut. Selain pelaku, beberapa saksi juga dimintai keterangan,” terang AKBP Bazawato kepada wartawan di Mapolres setempat.

Peristiwa maut itu mendapat keprihatinan dari Menkeu RI Bambang Brodjonegoro. “Jadi mereka dalam melakukan tugas negara, ironisnya ditusuk oleh si wajib pajak (AL),” kata Bambang Brodjonegoro di sela Raker dengan Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (12/4), seperti dikutip dari detikcom.

Penikaman itu diduga karena pelaku emosi saat kedua petugas itu hendak menyita sejumlah harta milik AL yang menunggak pajak. “Artinya wajib pajak tersebut tidak mematuhi keharusan membayar sehingga harus disita. Tapi sayangnya (petugas) justru ditusuk,” tambah Bambang. (dtc/ST)