2 tahun lalu |13 April 2016 11:54 |2467 Pembaca

Rekan Kerja Toga di KPP Pratama Sibolga Menangis Saat Tabur Bunga

Foto almarhum Parada Toga Frans Siahaan dipajang di depan mobil ambulance yang membawa jasadnya. Okt/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Jasad Parada Toga Frans Siahaan (30), Juru Sita Kantor KPP Pratama Sibolga yang tewas dibunuh di Gunungsitoli disambut rekan kerjanya di Sibolga, Rabu (13/4) pagi. Seluruh rekan kerja korban tampak menitikan airmata saat prosesi tabur bunga dalam upacara penyambutan dan pelepasan jasad almarhum.

Jasad Toga, begitu akrabnya dia dipanggil, tiba di Pelabuhan Sambas Sibolga dengan kapal laut. Lalu dibawa ke Kantor KPP Pratama Sibolga di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara. Upacara sederhana yang mengharukan itu dilakukan di depan kantor. Isak tangis rekan-rekan Toga tak terbendung saat prosesi doa dan tabur bunga di atas peti jenazah yang diiringi alunan lagu ‘Gugur Bunga’. Rasa duka dan kehilangan yang mendalam tampak di raut wajah mereka.

Menurut rekan-rekan kerjanya, Toga adalah sosok yang ramah dan enak dalam bergaul sehari-hari. “Selamat jalan kawan,” ucap salah satu rekan kerja Toga sambil menaburkan bunga ke atas peti jenazahnya.

Foto: Prosesi tabur bunga yang penuh duka di atas peti jenazah Parada Toga Frans Siahaan, pegawai Kantor KPP Pratama Sibolga yang tewas dibunuh di Gunungsitoli, Rabu (13/4). Raymon/ST Foto: Prosesi tabur bunga yang penuh duka di atas peti jenazah Parada Toga Frans Siahaan, pegawai Kantor KPP Pratama Sibolga yang tewas dibunuh di Gunungsitoli, Rabu (13/4). Raymon/ST

Monalisa Sinulingga, honorer di Kantor KPP Pratama Sibolga menyebutkan, Toga merupakan sosok pegawai yang teliti, ramah, mudah bergaul dan baik hati membantu teman. “Kami semua merasa sangat kehilangan. Semalam kami dapat kabar duka itu,” ucap Monalisa sambil menyeka airmata di pipinya.

Setelah upacara singkat di halaman kantornya, jasad almarhum kemudian dibawa ke Bandara Dr FL Tobing Pinangsori, Tapteng, untuk diterbangkan ke Medan.

Selama bertugas di Kantor KPP Pratama Sibolga, Toga kos di Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara. Sedangkan keluarganya tinggal di Medan. Istri Toga yang tinggal di Medan dikabarkan masih hamil 7 bulan anak pertama mereka.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Parada Toga Frans Siahaan dan rekannya Soza Nolo Lase (30) tewas ditikam dan dianiaya seorang toke getah karet berinisial AL (45) di Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, Selasa (12/4) sore.

Saat itu Toga dan Soza yang masih berstatus pegawai honorer mendatangi pelaku untuk menagih pajak. Namun keduanya kemudian dihabisi di dekat sebuah gudang milik AL di Jalan Yos Sudarso, Hilihao, Kota Gunungsitoli. Pelaku melakukannya dengan sebilah pisau dan benda tumpul.

Keduanya meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka parah yang dialami. Jasad kedua korban sempat dibawa ke RSU Gunungsitoli untuk divisum. Jasad Toga dikirim ke Medan sedangkan jasad Soza diserahkan kepada keluarganya di Hilina’a Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

AL sendiri mengakui nekad dan kesetanan saat menghabisi nyawa kedua korban karena merasa terpojok tidak mampu membayar tunggakan pajaknya yang membengkak mencapai Rp14,7 miliar.

Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua kepada wartawan membenarkan peristiwa pembunuhan sadis tersebut. Setelah melakukan pembunuhan, pelaku AL langsung menyerahkan diri ke mapolres. Kini pelaku ditahan di sel mapolres dan menjalani pemeriksaan.

Editor: Mora