2 tahun lalu |13 April 2016 14:13 |4400 Pembaca

Ini Kronologis Pembunuhan Petugas Pajak oleh Toke Getah di Gunungsitoli

Foto: Pelaku Agusman Lahagu. Ist/ST

GUNUNGSITOLI, SUARATAPANULI.COM – Dengan membawa berkas tagihan pajak, Selasa (12/4) sekitar pukul 11.30 WIB, juru sita Kantor KPP Pratama Sibolga Parada Toga Frans Siahaan (30) dan rekannya tenaga honorer di KP2KP Gunungsitoli, Soza Nolo Lase (30), datang ke sebuah gudang milik Agusman Lahagu (45), toke pengepul getah karet, di Jalan Yos Sudarso, Hilihao, Kota Gunungsitoli.

Niat kedua petugas pajak ini untuk menagih tunggakan pajak Agusman Lahagu yang kabarnya sudah membengkak hingga Rp14,7 miliar. Semula Agusman  menerima kedatangan keduanya dengan baik. Namun saat Parada Toga Frans Siahaan menjelaskan jika tunggakan pajak pelaku  tersebut tak segera dilunasi, maka  sejumlah aset miliknya akan disita untuk negara.

Pondok dimana korban ditikam dan dianiaya pelaku. Ist/ST Pondok dimana korban ditikam dan dianiaya pelaku. Ist/ST

Mengetahui asetnya akan disita negara karena menunggak pajak, Agusman kemudian meminta kedua petugas pajak itu untuk menunggu di sebuah pondok yang masih di kawasan gudang. Sementara dia kembali ke dalam gudang.

Sesaat kemudian, Agusman kembali mendatangi keduanya di pondok. Tapi bukannya membawa uang yang ditagih, melainkan malah menarik sebilah pisau yang sudah diambilnya dari gudang. Pisau pemotong tali getah itu sudah diselipkannya kian di pinggangnya.

Jasad korban Soza Nolo Lase saat dievakuasi. Ist/ST Jasad korban Soza Nolo Lase saat dievakuasi. Ist/ST

Agusman mendekati keduanya, tiba-tiba seperti kesetanan, dia langsung menghujamkan pisau itu ke dada Parada Toga Frans Siahaan, hingga korban rubuh bersimbah darah.

Agusman kemudian mengejar Soza Nolo Lase yang sempat berusaha lari menyelamatkan diri ke arah jalan raya.

Jasad korban Parada Toga Frans Siahaan saat polisi melakukan olah TKP. Ist/ST Jasad korban Parada Toga Frans Siahaan saat polisi melakukan olah TKP. Ist/ST

 

Hujaman pisau dan pukulan benda tumpul pun membuat Soza tumbang. Korban juga dihabisinya di tempat. Kedua korban tewas di tempat kejadian karena kehilangan banyak darah.

Sejumlah saksi mata yang ada di sekitar lokasi tidak berani berbuat apa-apa.

Para saksi yang merupakan pekerja di gudang getah karet milik Agusman Lahagu saat diamankan petugas Polres Nias. Ist/ST Para saksi yang merupakan pekerja di gudang getah karet milik Agusman Lahagu saat diamankan petugas Polres Nias. Ist/ST

Dengan menumpang mobil yang lewat dari depan rumahnya, Agusman berlalu untuk menyerahkan diri ke Mapolres Nias di Jalan Melati, Ilir, Kota Gunungsitoli. Pelaku pembunuhan sadis itu langsung diamankan dan diperiksa intensif untuk memastikan motifnya. Dia resmi dijadikan tersangka dan ditahan.

Petugas kepolisian yang kemudian tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian. Jasad korban kemudian dibawa ke RSU Gunungsitoli untuk keperluan pemeriksaan visum.

Jasad korban dimasukkan ke mobil ambulance untuk divisum ke RSU Gunungsitoli. Ist/ST Jasad korban dimasukkan ke mobil ambulance untuk divisum ke RSU Gunungsitoli. Ist/ST

Selasa (12/4) malam, jasad Parada Toga Frans Siahaan dipulangkan melalui Pelabuhan Sambas Sibolga dengan kapal laut, untuk kemudian diterbangkan dari Bandara Dr FL Tobing Pinangsori Tapteng ke keluarganya di Kota Medan. Sedangkan jasad Soza Nolo Lase diserahkan kepada keluarganya di Hilina’a Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. (Tim/ST)

Editor: Mora