2 tahun lalu |14 April 2016 13:03 |1314 Pembaca

Kapolres Janji Tuntaskan Kasus Dugaan Ipal Syarfi

Foto: Orator Rudolf Siagian saat berorasi menuntut Polres Sibolga melanjutkan penyelidikan kasus dugaan Ipal Syarfi Hutauruk, Kamis (14/4). Ist/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Kapolres Sibolga AKBP Didi Wahyudi berjanji akan menuntaskan kasus dugaan ijazah palsu (ipal) Syarfi Hutauruk, Walikota Sibolga. Kapolres ingin mengusut kasus itu dengan objektif tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

“Beri kami kesempatan dan waktu untuk melaksanakan putusan praperadilan oleh PN Sibolga atas dugaan ijazah palsu ini. Kasus ini akan tetap kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tandas Kapolres saat menerima kelompok warga yang mengatasnamakan Komunitas Masyarakat Sibolga Pencari Keadilan yang berunjuk rasa di depan Mapolres setempat, di Jalan Dr FL Tobing, Kota Sibolga, Kamis (14/4).

Sebelumnya, para pengunjuk rasa mendesak aparat penegak hukum untuk menuntaskan dugaan kasus ipal Syarfi yang terbuka kembali pasca putusan praperadilan di PN Sibolga. Mereka mempertanyakan kenapa belum ada penetapan tersangka oleh penyidik Polres Sibolga.‬

Selain kasus dugaan ipal itu, mereka juga meminta polisi mengusut surat keterangan pengganti ijazah yang rusak, yang digunakan Syarfi Hutauruk dalam pencalonannya sebagai. Walikota Sibolga tahun 2010 lalu.‬

“Kami meminta Polres Sibolga untuk segera menyita Ijazah Nomor: 911/83/B/89, STTB model 2A Nomor 73190 yang rusak, dan  Surat Tanda Kelulusan Sementara Ujian Persamaan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tahun Akedemik 1973 Nomor: 067/MIN/1973 atas nama Syarfi Hutauruk, yang diduga kuat telah dipalsukan,” beber Koordinator Aksi, Rudolf Siagian.

Massa juga menyingung soal dari mana sumber ijazah (ijazah yang diklaim ditemukan kembali,red) yang sempat ditunjukkan Syarfi kepada polisi dan awak media di Mapolres Sibolga beberapa bulan lalu.‬ Begitu pula terkait andil KPUD Kota Sibolga yang telah menerima pendaftaran Syarfi mencalon kepala daerah dengan surat pengganti ijazah sementara tersebut.

“Kita juga mendesak Polres Sibolga untuk memeriksa Komisioner KPUD Sibolga tahun 2010 lalu yang telah meluluskan pencalonan Syarfi Hutauruk sebagai walikota,” ujar Rudolf pula.

Aksi itu berjalan damai dengan pengawalan polisi. Setelah aspirasi dan tuntutan mereka diterima, kelompok pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Editor: Mora