2 tahun lalu |14 April 2016 18:46 |2310 Pembaca

Dia Kartini Ketiga Penjajal Pentas Pilkada Tapteng

Foto: Meiyati Simatupang-Maralam Sitompul (kemeja putih) saat mendaftar sebagai pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng ke Partai Demokrat, Kamis (14/4). Mora/ST

DUA gelaran Pilkada Tapanuli Tengah (Tapteng) sebelumnya menampilkan sosok perempuan. Pertama ada nama Roslila Sitompul saat pilkada 2006. Kedua, sosok Dina Riana Samosir di pilkada 2011. Di pilkada 2017 nanti mungkin juga ada nama Meiyati Simatupang.

Catatan: Marihot Simamora

Sekilas perjalanannya, Roslila Sitompul kala itu berpasangan dengan Hendri Jhon Hutagalung. Keduanya sudah sempat mendapat dukungan dari partai politik pengusung dan mendaftar ke KPUD Tapteng. Roslila sendiri merupakan seorang birokrat tulen. Namanya harum saat menduduki sejumlah jabatan di dinas pekerjaan umum di Tapteng dan di Provinsi Sumut. Sayangnya pada tahap verifikasi oleh KPUD Tapteng, nama Roslila akhirnya dicoret dari pencalonan karena legalisasi ijazahnya dianggap bermasalah.

Lalu di 2011 muncul lagi figur Dina Riana Samosir atau yang akrab disapa DRS.  Latar belakangnya seorang ibu rumahtangga. Tapi dia merupakan istri dari Tuani Lumbantobing, mantan Bupati Tapteng dua periode. DRS lebih beruntung dari Roslila. Di pertarungan politik 2011 itu, popularitasnya didompleng oleh nama besar sang suami. DRS pun mulus menjadi calon dengan dukungan penuh Partai Demokrat yang kala itu masih dimotori oleh suaminya.

Namun pasangan Dina Riana Samosir-Hikmal Batubara mendapat lawan yang lebih tangguh, yakni pasangan Raja Bonaran Situmeang-Sukran Jamilan Tanjung atau dikenal dengan sebutan BOSUR. Pertarungan pada 12 Maret 2011 itu akhirnya dimenangkan oleh rival terberatnya itu.

Dua kali sudah pentas politik di kabupaten yang kini berjuluk ‘Negeri Wisata Sejuta Pesona’ itu mengandaskan sosok perempuan. Lantas bagaimana dengan peluang Meiyati Simatupang di pentas ketiga ini?

Komitmen Meiyati untuk maju tampaknya cukup serius. Pada Kamis (14/4) siang, dia bersama bakal calon wakil bupati pasangannya Maralam Sitompul (latar belakang seorang birokrat) mendaftar ke Partai Hanura dan Partai Demokrat Tapteng. Dua partai ini memang besar di Tapteng. Hanura punya 8 dari 35 kursi di DPRD setempat. Sedangkan Demokrat memiliki 3 kursi. Ya, memang yang paling ‘seksi’ adalah Hanura, yang bisa mengusung sendiri satu pasangan calon nanti. Karena sesuai UU, minimal 7 kursi atau 20 persen dari jumlah kursi yang ada di lembaga legislatif Tapteng.

Foto: Meiyati Simatupang-Maralam Sitompul (baju putih) saat mendaftar ke Partai Demokrat Tapteng, Kamis (14/4). Mora/ST Foto: Meiyati Simatupang-Maralam Sitompul (baju putih) saat mendaftar ke Partai Demokrat Tapteng, Kamis (14/4). Mora/ST

Nah, untuk menjawab pertanyaan tadi, mari kita ulas sekilas sosok perempuan yang satu ini. Anggun dan ramah, begitulah kesan pertama saat mengenalnya. Lahir dan besar di Kota Sibolga, tepatnya pada 5 Mei 1965 silam. Anak ke-11 dari 12 bersaudara ini lahir dan besar di keluarga yang sangat sederhana. Almarhum ayahnya seorang penjahit pakaian. Sedangkan ibundanya hanya seorang ibu rumahtangga biasa yang berprofesi ikut suami. Keluarganya tinggal di Jalan di DI Panjaitan No.107 Sibolga.

Karir pendidikan Mei diawali saat ia didaftarkan orangtuanya masuk ke SDN 6 Sibolga. Lalu ia melanjut ke SMPN 4 Sibolga, dan lulus dari SMAN 1 Sibolga pada tahun 1984. Dengan tekad yang kuat, Meiyati kemudian melanjut dan lulus dari program beasiswa D-3 Keperawatan Depkes RI di Jakarta pada 1987. Tak puas sampai di situ, Meiyati kuliah lagi di USU Medan, hingga mendapat gelar sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) Magister Kesehatan Masyarakat (MKes).

Diusia 25, Meiyati menikah dengan mantan pacarnya Ir Hotbaen Bonar Gultom MMA, tepatnya pada 18 Januari 1990 silam. Pasangan itu kini telah dikaruniai 4 anak.

Mengingat kembali perjalanan hidup dan karirnya, Meiyati mengaku bersyukur kepada Tuhan. Sebab, didikan orangtuanya, ditambah bakat berdikarinya bisa mengantarkannya ke posisi sekarang. Berangkat dari usaha kecil-kecilan, hingga kini Meiyati sudah menjadi seorang pengusaha sukses di Sumut.

Pada tahun 2009 lalu, Meiyati mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Nauli Husada Sibolga bertempat di Jalinsum Psp Kecamatan Sarudik, Tapteng. STIKes Nauli Husada sendiri kini telah dirintisnya untuk menjadi universitas. Kemudian ia mendirikan Yayasan Akademi Kebidanan Budi Mulia Medan yang kini telah memiliki rumah sakit ibu dan anak, Ananda Putri di Medan. Perempuan empat anak yang masih energik itu pun mendirikan Cindy Point Swalayan juga di Jalinsum Psp, Kecamatan Sarudik.

Tahun 2014 lalu, Meiyati menerima penghargaan Indonesian Leader Achievement Awards dari Lembaga Anugrah Prestasi Insani, di Mezzanine Ballroom, Arya Duta, Jakarta. Sebelumnya, dia juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Kartini Indonesia pada tahun 2013.

Dengan pengalaman dan torehan segudang prestasi itu, Meiyati dan pasangannya Maralam yakin bisa membawa Tapteng ke kondisi yang lebih baik ke depan. Usai mendaftar ke kedua partai itu, Meiyati dan Maralam sempat memaparkan sederet visi dan misinya yang meyakinkan. Pokok-pokok pikiran dan program yang dijabarkannya itu semua akan dilakukannya jika mereka diusung dan menang di pilkada yang rencananya dihelat pada Februari 2017 nanti. Semoga berhasil Sang Kartini.

Editor: Raymon