2 tahun lalu |15 April 2016 12:08 |1584 Pembaca

Mahasiswa Demo, Desak Polres Usut Pungli Dana Desa Paluta

Foto: AksiSamper Tabagsel di depan Mapolres Tapsel, Kamis (14/4). DD/ST

TAPSEL, SUARATAPANULI.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Satuan Aksi Mahasiswa Perduli Rakyat Tapanuli Bagian Selatan (Samper Tabagsel) menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (14/4).

Mereka mendesak Polres Tapsel untuk menindak lanjutin kasus dugaan pungli (pungutan liar) yang dilakukan Kaban Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupatenn Paluta, Bikrul Munawar Harahap. Mengingat dari surat pernyataan sejumlah kepala desa yang dipaksa menandatangani pernyataan terkait dana desa sebanyak 100 persen, padahal ada pemotongan sebanyak 20 persen. Sehingga kepala desa hanya menerima 80 persen.

Ketua Umum Samper Tabagsel Muhammad Arif Siregar menjelaskan, mereka meminta agar Kapolres Tapsel segera memeriksa Bikrul Munawar Harahap terkait pencairan dana desa tersebut.

“Kami mendesak Kapolres Tapsel mengusut tuntas kasus pungutan liar anggaran dana desa di Kabupaten Paluta,” tegasnya saat aksi.

“Mahasiswa ingin hukum bisa ditegakkan oleh pihak polres dan kejaksaan. Segera tangkap dan adili Kepala PMD Paluta Bikrul Munawar Harahap, yang disinyalir menggelapkan dana desa senilai Rp5 miliar lebih itu. Sebab dana itu diperuntukkan untuk pembangunan desa, bukannya dikorupsi,” ucapnya lagi.

Dugaan praktik pungutan liar yang dilakukan Kaban PMD itu menyusul banyaknya laporan dari kepala desa dan masyarakat yang keberatan. “Para kepala desa juga diintimidasi dan dipaksa menandatangani pencairan dana desa 100 persen, padahal sampai saat ini dana desa yang dicairkan baru 80 persen,” ujarnya.

Usai berorasi sekitar setengah jam, aksi mahasiswa tidak ada ditanggapi pihak kepolisian. Mereka kemudian membubarkan diri sambil membagikan selebaran kepada warga pengguna jalan, yang berisi  tentang kasus dugaan pungli dana desa itu.

Editor: Mora