2 tahun lalu |15 April 2016 14:37 |1585 Pembaca

Bangganya, Orang Australia Rela Antri Demi Kopi Luwak Tapanuli

Foto: Warga Australia, pengunjung MICE 2016, saat mencicipi kopi luwak asal Lintong asal Tapanuli. Ist/ST

AUSTRALIA, SUARATAPANULI.COM – Petani kopi di kawasan Tapanuli patut berbangga, sebab warga Melbourne, Australia, rela mengantri demi secangkir kopi luwak asal Tano Batak. Bagaimana bisa?

“Bahkan karena takut tidak dapat mencicipi, ada pengunjung yang rela membayar asalkan mendapatkan secangkir kopi luwak ini,” tutur Alex Hutabarat kepada awak media di Tarutung melalui telepon selular, Jumat (15/4).‬

Foto: Pengunjung MICE 2016 menyeruput kopi luwak Lintong yang menembus pasar dunia. Ist/ST Foto: Pengunjung MICE 2016 menyeruput kopi luwak Lintong yang menembus pasar dunia. Ist/ST

Alex sudah tinggal di negeri kanguru itu. Pada pertengahan Maret 2016 lalu, ia ikut andil di even Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2016.

“Kopi luwak Lintong jadi buah bibir di even expo saat itu,” terang Alex yang merupakan putra kelahiran Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).‬

Aromanya Dipuji Sang Juara Pembuat Kopi

Yang paling berkesan, sambung Alex, yakni kehadiran Hugh Kelly, pengusaha Ona Coffee, perusahaan roasting coffee dari Canberra, yang juga  juara pembuat kopi di Australia pada kejuaraan Australian Barista Chompionship 2016. Saat Hugh Kelly juga ikut antri untuk bisa menyeruput secangkir kopi Tapanuli.

Foto: Alex Hutabarat bersama Hugh Kelly (kiri) sang juara pembuat kopi di Australia tahun 2016‬. Ist/ST Foto: Alex Hutabarat bersama Hugh Kelly (kiri) sang juara pembuat kopi di Australia tahun 2016‬. Ist/ST

Hugh Kelly menyebut bahwa karakteristik aroma kopi luwak Lintong sangat kuat. Terasa di jantung dan kepala bila diminum, sangat berdebar. Hugh Kelly juga mengakui dirinya tidak menemukan cita rasa kopi yang serupa di stand peserta even lainnya.

Ajang Promosi Kopi Kelas Dunia

MICE merupakan ajang promosi industri kopi terbesar di Australia. Ajang ini dimanfaatkan sebagai forum temu efektif pelaku bisnis dalam global supply chain industri kopi, antara lain di bidang green bean traders, wholesaler, roaster, commercial and dometic equipment, cafes and frachises, dan juga sebagai ajang pendidikan dan pelatihan.‬

MICE digelar selama tiga hari yakni 17-19 Maret 2016. Sedikitnya ada 50-an ribu pengunjung meramaikan even yang memfasilitasi 128 stand industri kopi dari berbagai negara itu.‬

Melalui dukungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, bekerjasama dengan Atase Perdagangan Republik Indonesia di Canberra dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center), Indonesia diwakili oleh tujuh industri kopi, salah satunya Saman Estate Coffee.‬

Saman Estate Coffee adalah perusahan importir kopi milik Stefanus Sihombing. Sedangkan Alex Hutabarat sebagai market promosinya di Malbourne. Dalam menjalankan bisnisnya, mereka langsung membeli kopi dari petani dengan harga yang lebih baik.‬

Foto: Stefanus Sihombing dan Alex Hutabarat. Ist/ST Foto: Stefanus Sihombing dan Alex Hutabarat. Ist/ST

Menurut Alex keikutsertaan Indonesia pada promosi MICE sebagai upaya peningkatan ekspor kopi Indonesia ke Australia. Saat ini Indonesia peringkat kedelapan pengekspor kopi di Australia.‬

“Diharapkan industri Indonesia ke depannya akan semakin agresif memanfaatkan peluang kebutuhan kopi di Australia yang merupakan negara dengan predikat budaya kopi terkuat di dunia,” pungkas Alex.

Editor: Mora