2 tahun lalu |15 April 2016 15:41 |2220 Pembaca

Juara O2SN Tapteng, Begini Atlet SMP 2 Pandan Nauli Berlatih

Foto: Siswa atlet SMP Negeri 2 Pandan Nauli, bersama kepala sekolah dan guru pembina usai menerima tropi dan hadiah juara O2SN SMP Tapteng 2016, kemarin. Ist/ST

Foto: Siswa atlet SMP Negeri 2 Pandan Nauli, bersama kepala sekolah dan guru pembina usai menerima tropi dan hadiah juara O2SN SMP Tapteng 2016, kemarin. Ist/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Siswa SMP Negeri 2 (Plus) Pandan Nauli meraih 4 dari 10 medali emas yang diperebutkan di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat SMP Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) 2016, pada Rabu-Kamis (13-14/4). Mereka dinobatkan sebagai juara umum. Apa kunci keberhasilan anak-anak berbakat ini?

Di ajang tahunan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan itu ada 5 cabang olahraga putra dan putri yang ditandingkan, yakni bulutangkis, tenis meja, renang, catur, dan atletik.

Siswa Ridho Adha meraih 1 emas dari tenis meja putra, Rambu juga menyabet emas dari cabang tenis meja putri. Kemudian Anggi Waruwu membawa pulang 1 lagi emas dari nomor renang putra, dan Fatina Maulina turut menyumbang 1 emas dari renang putri.

Sementara siswa Fernando Hasian Bakara menambah medali perak dari cabang catur putra, dan medali perak oleh Jhon Kingma Situmeang di bulu tangkis putra. Raihan medali dilengkapi oleh Shelly Sidauruk yang mendapat perunggu dari bulu tangkis putri, serta Gokro juga perunggu dari atletik putra.

Kepala Sekolah Anwar Said SPd MM didampingi guru pembina Jurnal Efendi SPd dan Rinto Junaedi Sihombing SPd menyebutkan, prestasi itu berkat kerja keras dan latihan para anak didiknya.

“Sebagai peraih emas dan juara di tingkat kabupaten, siswa kita ini akan mewakili Tapteng di O2SN provinsi pada Mei mendatang. Doakan berhasil semua ya,” pungkas Kepala Sekolah Anwar Said.

Di cabang tenis meja, siswa rutin berlatih 2 kali seminggu, dan jelang tanding ditingkatkan menjadi 4 kali seminggu, setiap sesi latihan selama 3 jam sepulang sekolah. “Diintensifkan latihan servis, smash dan spin. Lalu tanding uji coba dengan pemain lain antar sekolah di Sibolga. Ada 2 kali uji coba jelang tanding. Di rumah juga mereka latihan, karena ada punya mejanya di rumah. Terus puding dan disarankan supaya istirahat yang cukup,” terang Guru Pembina Jurnal dan Rinto.

Foto: Guru Pembina Rinto Junaedi Sihombing SPd dan Jurnal Efendi SPd. Mora/ST Foto: Guru Pembina Rinto Junaedi Sihombing SPd dan Jurnal Efendi SPd. Mora/ST

Pada cabang renang, mereka fokus pada latihan kekuatan lengan dengan cara push up dan full up (angkat beban). Dan untuk pernafasan itu dilatih dengan jogging dan naik sepeda. “Latihan sepeda dan jogging seminggu 2 kali, untuk kekuatan tangan seminggu dua kali di kolam renang Matauli. Juga intensif latihan meluncur (body position) atau start awal sebagai faktor menentukan. Serta menjaga pola makanan dan minuman, diperbanyak makan pisang ambon, konsumsi air putih yang cukup dan istirahat yang cukup,” papar mereka.

Kemudian untuk catur, siswa dilatih di sekolah melalui proses seleksi antar kelas, dan latihan mandiri bebas. Siswa juga belajar dari buku dan dari vidio di youtube.

Begitu pula untuk bulu tangkis dengan latihan 2 kali seminggu di sekolah selama 3 jam. Latihan difokuskan pada akurasi dan tehnik pukulan smash dan jump smash. “Pemain ini juga latihan di club PBVSI,” kata Jurnal.

Dan pada atletik, atlet juga diasah kecepatan dan kekuatan dengan latihan di sekolah normalnya 2 kali seminggu. Menjelang hari tanding jadwal latihan ditambah menjadi 4 kali seminggu.

Jurnal menambahkan, mereka menargetkan siswa atlet renang dan tenis meja dapat menembus tingkat nasional. “Untuk renang, atlet kita dapat perunggu di tingkat provinsi tahun 2015 lalu. Mudah-mudahan ke depan target nasional bisa tembus,” pungkasnya.

Editor: Raymon