2 tahun lalu |15 April 2016 19:53 |913 Pembaca

Elpiji 3 Kg Dijual Rp25 Ribu di Humbahas

Foto: Sejumlah warga mengantri elpiji 3 kg di agen penjual resmi di Doloksanggul, Humbahas. Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Pengecer di Kecamatan Doloksanggul, Lintongnihuta, dan Pollung, Kabupaten Humbahas rata-rata menjual elpiji 3 kg diatas harga eceran tertinggi (HET). Beberapa bahkan membandrol harga hingga Rp25 ribu per tabung. Padahal normalnya biasa dijual di kisaran Rp20 ribu.

Kondisi itu membuat warga pengguna elpiji bersubsidi itu mengeluh. Pantauan di beberapa kedai yang menjual gas elpiji, rata-rata dijual dengan harga antara Rp22 ribu-Rp25 ribu per tabung. Namun ada juga yang masih menjual lebih murah sekitar Rp21 ribu.

“Sudah lama harga gas elpiji ukuran 3 kilogram ini mengalami kenaikan. Sebelumnya masih Rp20 ribu per tabung, tetapi sekarang harganya jadi Rp22 ribu, malah ada yang jual Rp25 ribu. Terus terang, sebagai masyarakat kecil yang berpenghasilan pas-pasan, kami merasa keberatan dan untuk penghematan sesekali kami menggunakan kayu bakar sebagai pendukung kebutuhan memasak,” kata Berta Simamora (37) warga Doloksanggul.

Dikatakannya, saat ini keberadaan elpiji 3 kg di tempatnya tidak mengalami kelangkaan, oleh karena itu dirinya mengaku heran mengapa harga elpiji di pengecer terus mengalami kenaikan.

“Kami tidak tahu kenapa elpiji 3 kilogram ini mahal, yang kami tahu elpiji sekarang tidak langka,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan bahwa kondisi itu seperti kurang pengawasan pihak terkait, sehingga pengecer leluasa menjual melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah. “Aneh, pengecer berani menjual elpiji diatas HET, tentu ini karena lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Bahkan kita mencurigai kondisi ini sengaja dimanfaatkan pihak tertentu,” tandasnya.

Delfiana Lumbantoruan (31) penduduk Lintongnihuta juga mengeluhkan hal serupa. Ia juga harus membeli dengan harga yang sudah naik, sehingga dia menilai perlu ada pengawasan terhadap pangkalan yang menjual supaya tidak menaikkan harga sepihak.

“Pemerintah harus melakukan pengecekan dan pemantauan di lapangan, kasian kami yang kena dampak,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Disprindagkop Humbahas, Joni W Purba selaku pejabat yang berkompeten soal elpiji subsidi tersebut belum memberi keterangan resmi. Saat coba ditemui, Joni tidak berada di kantornya.

Editor: Mora