2 tahun lalu |16 April 2016 20:05 |2230 Pembaca

Proyek Bendungan Rp43 Miliar Dinilai Janggal

Foto: Proses pembuatan kubus beton bendungan tanpa rangka besi. Buea/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Seluruh pihak terkait diharapkan ikut mengawasi pengerjaan proyek pembangunan Bendungan Sidilanitano di Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Taput. Sebab berdasarkan pantauan, pada tahap awal pekerjaannya sudah terdapat sejumlah kejanggalan.

Pantauan awak media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), kemarin, proyek berdana sekitar Rp43 miliar itu sedang dikerjakan. Anggarannya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PERA) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera II Irigasi dan Rawa III. Pelaksananya PT Karisma Bina Konstruksi.

Kejanggalannya sendiri seperti penggunaan batu bekas dan pembuatan kubus beton yang menggunakan mesin molen.‬ “Setahu kami, pembuatan atau pun pengecoran kubus beton harus menggunakan mesin steady mix, bukan mesin molen,” ungkap Manafsir Nababan Ketua LSM NCW kepada awak media, Sabtu (16/4).‬

Menurut Manafsir, kubus beton itu nantinya dipergunakan untuk lantai dasar bendungan. Jadi kualitas dan kekuatannya harus kuat, sehingga tidak mudah digerus air.‬ Tapi pantauan di lapangan, pembuatan kubus betonnya pun tanpa menggunakan rangka besi. “Sangat kita sayangkan, apakah memang pekerjaan seperti itu dalam draf kontraknya,” ucapnya.‬

“Kita minta pengawas dari instansi terkait untuk terbuka terkait kontrak ini, supaya seluruh elemen masyarakat bisa mengawasi seluruh pelaksanaan pekerjaan,” pungkas Manafsir.

Menurut seorang pekerja di lokasi, proyek itu sudah dimulai sejak akhir tahun 2015. Terkait pembuatan kubus beton menggunakan mesin molen, itu hanya sementara, karena mesin steady mix mereka sedang rusak.‬

Foto: Proses pembuatan kubus beton Bendungan Sidilanotano yang menggunakan molen. Buea/ST Foto: Proses pembuatan kubus beton Bendungan Sidilanotano yang menggunakan molen. Buea/ST

Diterangkannya lagi, terkait tidak menggunakan rangka besi, memang seperti itu. “Tapi saya hanya pekerja, tidak begitu tahu banyak terkait kontrak. Hanya saja perusahaan pelaksananya ini beralamat di Mojokerto,” ucap pria yang menolak ditulis namanya itu.

Editor: Mora