2 tahun lalu |17 April 2016 01:03 |1253 Pembaca

Tekong Kapal Nelayan yang Disambar Petir Tercampak 3 Meter

Foto: Tekong Muhammad Yasir alias Code masih terbaring lemah di kasur di rumahnya, beberaps jam pasca kapalnya disambar petir di perairan Pulau Poncan Ketek, Sibolga, Sabtu (16/4) malam. Mora/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM -Tekong kapal nelayan jaring salam yang disambar petir di perairan Pulau Poncan Ketek, Sibolga, Muhammad Yasir alias Code (50-an), mengaku sempat tak sadarkan diri beberapa saat dan tercampak 3 meter, saat kejadian itu, Sabtu (16/4) sekira pukul 19.00 WIB.

“Aku langsung jatuh telungkup dan tercampak 3 meter,” kata Code terbatah-batah saat ditemui di rumahnya di Gang Bahasa, Jalan Pulo Rembang, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sabtu (16/4) tengah malam.

Code menceritakan, saat itu ia dan 3 anak buahnya dalam perjalanan pulang dari melaut ke Sibolga, tepatnya ke dermaga Pasar Belakang. Setibanya di sekitaran Pulau Poncan Ketek, tiba-tiba kapal mereka disambar petir. “Kami mau pulang. Hujan sudah reda, tidak ada hujan. Kejadiannya dekat Poncan Ketek. Orang itu mau kasih es ke ikan, aku bawa boat (kapal). Aku pun tercampak. Boat kami hancur. Bocor boat. Tetapi beruntung aku masih bisa merangkak. Aku tercampak 3 meter, lalu aku telungkup. Begitu aku sadar, tak ada lagi temanku nampak. Rupanya Sandra dan Wildan sudah tergeletak di atas,” tutur Code menggambarkan kejadian malam itu.

Setelah agak bertenaga dan mendapati ketiga anak buahnya masih ada di atas kapalnya, Code kemudian melanjutkan perjalanan menuju dermaga Pasar Belakang, dimana biasanya mereka menambatkan kapal selepas dan sebelum melaut.

Meski sudah 5 jam pasca kapalnya disambar petir, kondisi fisik Code masih belum normal. Terbaring di kasur, dia masih merasa pusing dan tubuhnya kepanasan. “Tadi sudah muntah-muntah setelah minum susu kental. Sekarang masih pusing dan panas,” ucap Code sembari dikipas-kipas oleh istrinya.

1 Tewas, 2 Lagi Kritis

Seperti dikabarkan sebelumnya, salah satu anak buah Code, yakni Sandra Sihombing (23), warga Gang Bahasa, Jalan Pulo Rembang, kelurahan yang sama tewas dalam kejadian itu. Jasad korban dibawa dari RSU Metta Medika Sibolga  ke rumah duka sekira pukul 22.30 WIB. Isak tangis menyambut kedatangan jasad pria yang baru sekira 5 bulan menikah tersebut.

Sementara 2 rekan Sandra sebagai anak buah kapal, yakni Wildan (25), masih lajang, dan Sarifuddin Lubis (30) warga Gang Bagan kelurahan yang sama, dalam kondisi kritis dibawa dari laut. Hingga Minggu (17/4) dini hari, keduanya masih dirawat intensif di RSUD Dr FL Tobing Sibolga.

Editor: Raymon