2 tahun lalu |17 April 2016 16:28 |1533 Pembaca

Nelayan Korban Sambaran Petir Dikebumikan di Barus

Foto: Jasad nelayan jaring salam Sandra Sihombing usai disholatkan di Masjid Raya Sibolga, untuk dibawa dan dikebumikan di kampungnya di Barus, Tapteng, Minggu (17/4) siang. Ist/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Nelayan penjaring salam, Sandra Sihombing (23), yang meninggal disambar petir saat melaut di perairan Pulau Poncan Ketek, Sibolga dikebumikan di kampung halamannya di Kecamatan Barus, Tapteng. Jasad korban dibawa dari Sibolga setelah disholatkan di Masjid Raya Sibolga, Minggu (17/4) siang.

Pihak keluarga, khususnya istri korban Rini Br Panggabean, tampak begitu terguncang, wajahnya lesu, matanya masih membengkak karena banyak menangis, saat mengantarkan jasad suaminya itu. Sedihnya lagi, Rini disebut-sebut sedang hamil muda. Menurut warga, Sandra dan Rini memang baru menikah sekitar 4 bulan lalu.

Sebelumnya, jasad korban disemayamkan di rumah orangtuanya di Gang Bahasa, Jalan Pulo Rembang, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga.

Usai disholatkan, jasad korban dibawa dengan mobil ambulance dari Sibolga ke Barus. Sanak keluarga dan pelayat ikut mengiringi dari belakang ambulance.

Seperti dikabarkan sebelumnya, nyawa Sandra tidak dapat diselamatkan setelah kapalnya disambar petir di perairan Pulau Poncan Ketek Sibolga, Sabtu (16/4) sekira pukul 19.00 WIB. Kapal itu diantaranya diawaki Muhammad Yasir alias Code (50-an) sebagai tekong. Turut juga sebagai awak buah kapal Wildan (25), lajang, dan Sarifuddin Lubis (30). Ketiganya juga warga Jalan Pulo Rembang Kelurahan Pasar Belakang.

Sandra sebelumnya sempat dilarikan ke RSU Metta Medika Sibolga. Sedangkan rekannya yang kritis, Wildan dan Sarifuddin dibawa ke RSUD Dr FL Sibolga. Pada Minggu (17/4) sore, kondisi keduanya dilaporkan membaik.

Sementara tekong Code hanya dirawat di rumahnya, dan kondisinya juga berangsur membaik setelah mengalami mual muntah dan suhu badannya meninggi.

Code menceritakan, saat itu mereka dalam perjalanan pulang, tujuannya dermaga Pasar Belakang, dimana mereka biasanya menambatkan kapalnya. Tiba-tiba petir menyambar, usai guyuran hujan. Code sendiri mengaku sempat tak sadarkan diri beberapa saat dan tercampak 3 meter.

Setelah sadar, Code kemudian melihat ketiga anak buahnya itu sudah tergeletak di atas kapal. Dengan sisa tenaga yang ada, Code melanjutkan perjalanan menuju dermaga. Setibanya di dermarga, mereka ditolong oleh warga.

Editor: Raymon