2 tahun lalu |17 April 2016 16:44 |1458 Pembaca

Hujan Melulu, Gabah Petani Sulit Kering

Foto: Petani di Bakti Raja, Humbahas menjemur gabah padi, tapi di musim hujan mereka kesulitan mengeringkan hasil panen untuk bisa digiling menjadi beras. Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Humbahas membuat sebagian petani di daerah Tipang, Kecamatan Bakti Raja kesulitan mengeringkan gabah hasil panen mereka. Petani terpaksa menunda penjemuran gabah.

“Kami setengah mati mengeringkan gabah hasil panen kali ini, itu membuat kualitas menjadi jelek. Tetapi mau bagaimana lagi dibuat. Kurangnya panas saat menjemur membuat gabah sulit kering dan menjadi lembab,” ujar Bungaran (41), seorang petani, Minggu (17/4).

Kondisi itu dikhawatirkan membuat toke maupun pemilik penggilingan padi tidak mau membeli gabah petani karena kurang kering. “Biasanya toke atau penggilingan tidak mau membeli padi karena masih basah. Nanti mutunya jelek,” ucapnya.

Senada disampaikan, Maniur Manalu (31), seorang penggiling gabah di daerah itu. Meski stok gabah yang dimiliki petani sebelumnya sudah dikeringkan pasca panen, namun belum bisa langgsung diolah menjadi beras lantaran perlu dikeringkan lagi. “Biasanya setelah panen, memang kami mengeringkan gabah sebelum disimpan, namun lama pengeringan hanya berkisar satu hingga dua hari saja, sehingga belum bisa kita olah (giling) menjadi beras,” jelasnya.

Maniur pun khawatir kondisi ini memincu kelangkaan beras. “Sudah pastilah, kita kekurangan beras kalau cuacanya terus begini,” pungkasnya.

Editor: Mora