2 tahun lalu |22 Maret 2016 12:14 |1860 Pembaca

Galian C di Pagaran ‘Disikat’ Polisi

Alat berat yang diamankan dari lokasi penambangan di Bukit Batu Harang, Sipultak Dolok, Pagaran, Taput

TAPUT, SUARATAPANULI.COM- Diduga tidak memiliki ijin, Polres Taput mengerebek Galian C jenis batu padas di Bukit Batu Harang Desa Sipultak Dolok, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Taput, Senin (21/3). Saat penggerebekan polisi mengamankan 3 unit excavator bersama 6 orang pekerja dan operator alat berat itu.
Ketiga alat berat yang diduga milik PT MIK (Marlian Indah Karya) itu diamankan dari lokasi penambangan. Pengamanan dilakukan petugas dengan memasang garis polisi terhadap 3 alat berat tersebut. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Taput AKBP Dudus Harley Davidson.
Penggerebekan pelaku penambangan ilegal juga melibatkan Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Satpol PP Taput. Petugas menyisir sejumlah lokasi penambangan. “Kami menangkap dan mengamankan alat beratnya karena diduga galian ini tidak memiliki izin. Kami akan menyelidikinya lebih lanjut,” tegas AKBP Dudus Harley Davidson SIk kepada wartawan.

Menurut Dudus, aktifitas penambangan batu di kawasan ini semakin merajalela dan luput dari pengawasan Pemkab Taput. Meski sudah sering disoroti oleh berbagai kalangan dan media.

Hingga kini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap enam pekerja yakni Nambul Sihombing (36) warga Desa Sipultak sebagai operator alat berat, Nimrot Marbun (49) warga Dusun Hau Sisada-sada Desa Hutaraja Hasundutan Kecamatan Sipoholon Taput sebagai admin PT MIK, Jumiran Situmorang (27) warga Sipultak Dolok kecamatan Pagaran sebagai operator alat berat, Nurhaba Siagian (53) warga Desa Sipultak Dolok sebagai pengawas lapangan PT MIK, Nasar Nababan (36) warga Desa Siborongborong II Taput sebagai operator alat berat dan Bangun Lumbantoruan (43) warga Desa Nagasaribu Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundatan sebagai operator.

Editor: Mora