2 tahun lalu |18 April 2016 20:03 |958 Pembaca

Awas! Di Jalinsum Ini Banyak Kerbau Berkeliaran

Foto: Ternak kerbau yang berkeliaran di jalan raya, yang mengganggu dan mengancam keselamatan pengguna jalan. Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Sejumlah pengendara yang melintasi Jalinsum di wilayah Humbahas hendaknya berhati-hati. Sebab, di ruas jalan ini, terutama di Kecamatan Doloksanggul, Onanganjang dan Pollung, kerap dijumpai hewan ternak kerbau bekeliaran di badan jalan. Jika tidak waspada, pengendara bisa saja menabrak hewan besar itu.

Penggembala atau pun pemilik ternak sepertinya tak peduli dengan hak-hak pengguna jalan. Pemerintah daerah melalui instasi terkaitnya juga tidak ambil pusing. Selain mengancam keselamatan pengendara, keberadaan gerombolan ternak kebau itu juga mengganggu keindahan kota, sebab tak jarang kotorannya bertaburan di badan jalan. Malah, pengendara yang terkadang harus menunggu dan mengusir gerombolan kerbau itu dari jalan, ketika melintas.

Tumpak (30), seorang pengendara sepedamotor yang melintas di Desa Sosorgonting, Kecamatan Doloksanggul mengaku sering was-was saat melalui jalan itu dengan kecepatan tinggi. Dia berharap pemerintah daerah dapat membuat peraturan yang mengatur tentang lokasi-lokasi yang melarang ternak berkeliaran bebas.

“Kalau bisa pemerintah daerah membuat peraturan tentang hal ini. Jadi, pemilik hewan bisa berpikir ulang jika membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran bebas di jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Sosunggulon Hutabarat salah seorang sopir mobil travel di daerah itu mengungkapkan hal yang sama. Dirinya rutin setiap minggunya melintasi jalan itu. Terkadang dia terpaksa menurunkan laju kecepatan mobilnya. Dia mengaku tidak mengetahui ternak itu milik siapa. Hanya saja menurutnya, memang sering terlihat ternak kerbau melintas di jalan nasional tersebut.

Ditambahkannya, melihat kondisi selama ini, sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan para pemilik ternak membiarkan berkeliaran di jalan. “Kadang saya ini kan mengejar waktu. Selain badan kerbau besar, jalannya juga lambat, kita yang akhirnya dibuat repot. Untuk itu kita berharap pemilik ternak itu agar tidak membiarkan ternaknya itu berkeliaran masuk ke badan jalan,” pintanya.

Editor: Mora