2 tahun lalu |19 April 2016 16:45 |874 Pembaca

Beras ‘Pengobat’ Dampak Permen KP 02

Foto: Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk saat membagikan beras kepada masyarakat nelayan, baru-baru ini. Dok Humas Sibolga/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Pemko Sibolga membagikan 100 ton beras kepada 3.500 nelayan. Menurut Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, beras itu hendaknya dapat membantu ekonomi nelayan serta mencegah kerawanan sosial, dampak dari pelarangan pukat hela dan tarik oleh Permen Kelautan Perikanan (KP) Nomor 02 tahun 2015.

“Beras yang disalurkan ini merupakan beras cadangan milik  Pemko Sibolga bagi masyarakat nelayan. Jatahnya sebanyak 10 kilogram per kepala keluarga,” jelas Walikota usai penyerahan simbolis beras itu di Aula Kantor Lurah Pancuran Pinang, Selasa (19/4).

Walikota berharap, santunan beras itu dapat membantu perekonomian ribuan nelayan Sibolga yang kini kondisinya kian memperihatikan sejak berhenti beroperasinya kapal-kapal pukat hela dan tarik lantaran menyalahi aturan tersebut. Juga bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan konflik sosial. “Juga untuk mencegah terjadinya konflik sosial lokal,” ungkap Walikota.

Pemko Sibolga juga berencana menggelontorkan bantuan lainnya, berupa kapal dan alat tangkap yang tak dilarang, maupun peralatan lain penunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan. “Dalam waktu dekat kita akan menyerahkan bantuan kapal dan alat tangkap itu,” kilahnya.

Memang, pasca dikeluarkannya Permen KP Nomor 02 tahun 2015 tersebut, ratusan kapal berpukat jenis hela dan tarik di Sibolga kini tak berani beroperasi lagi. Dampaknya ribuan orang yang tadinya menggantungkan hidup bekerja di industri penangkapan ikan laut itu kehilangan mata pencaharian yang telah ditekuni selama bertahun-tahun.

Editor: Mora