2 tahun lalu |20 April 2016 08:57 |1137 Pembaca

Tokoh Agama Harap BNNK Tapteng Segera Dibentuk

Foto: Aksi teatrikal sosialisasi anti dan perangi narkoba yang dilakoni pelajar dan petugas Polsek Pandan, Tapteng, baru-baru ini. Sementara para tokoh agama dan masyarakat mendesak pembentukan BNNK Tapteng. Mora/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Perwakilan tokoh agama dan masyarakat dari kecamatan yang ada di Tapteng berharap pemerintah daerah segera membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Mengingat semakin maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami tadi sampaikan dan sarankan kepada Pak Kapolres supaya BNNK itu segera dibentuk, karena tanpa BNNK itu saya kira pihak Polres tak akan bisa untuk bekerja secara maksimal. Karena kita tahu narkoba kan bagian dari pada musuh kita bersama, bukan hanya musuh kepolisian, tetapi juga musuh masyarakat yang bisa menghancurkan masa depan generasi muda,” kata Pdt Renova J Sitorus dari HKBP Manduamas usai apel pagi yang disertai pemberian reward kepada perwakilan para tokoh agama dan masyarakat, di Mapolres Tapteng, kemarin.

Di kesempatan itu, Kapolres Tapteng AKBP Bony JS Sirait menyambut baik saran dari para tokoh itu. Usulan itu akan ditindaklanjuti.

“Responnya, tadi beliau bilang hal itu akan segera ditindaklanjuti, kalau boleh langsung disampaikan ke Poldasu. Dan ini sudah pernah juga kami sarankan kepada Pak Danrem 023/KS saat ada acara pertemuan, jangan hanya sebatas orasi, tapi harus direalisasikan,” sambung Pdt Renova.

Para tokoh ini mengaku prihatin dengan maraknya penyalahgunaan narkoba. Bahkan telah merambah ke pedesaan dan kalangan pelajar. “Kalau kita perhatikan informasi-informasi tentang narkoba ini kan sudah sangat memprihatinkan, bukan hanya di daerah lain, di daerah kita juga,” tandas Pdt Renova lagi.

Selaku pemuka agama dan masyarakat yang berada di tengah-tengah masyarakat itu sendiri, pihaknya juga selalu berupaya aktif memberikan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, dan menghindari tindakan yang menimbulkan gangguan kamtibmas serta penyakit masyarakat.

“Selain yang sudah pasti menyampaikannya melalui kotbah atau dakwah, kami mengundang pihak kepolisian untuk memberikan sosialisasi mengenai apa sebenarnya narkoba itu. Kami juga buat selebaran tentang apa dan bagaimana efeknya bahaya narkoba,” pungkasnya.

Editor: Raymon