2 tahun lalu |20 April 2016 10:43 |941 Pembaca

Pemkab Taput Bantu Ongkos Raskin‬ Rp69 Per Kilogram

Foto: Ketua FK-TKSK Taput Chompey Sibarani.

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Pemkab Tapanuli Utara (Taput) membantu biaya distribusi atau ongkos pengangkutan beras miskin (raskin) sebesar Rp69 per kilogram. Adanya perbedaan bantuan biaya distribusi setiap desa dipengaruhi jumlah penerima, bukan jarak tempuh.‬

Hal itu disampaikan Kabag Ekonomi Pemkab Taput Fajar Gultom kepada awak media, Senin (19/4). “Jadi setiap desa tidak sama besaran biaya distribusi yang dibantu pemkab, tergantung berapa kepala keluarga yang menerima sesuai dengan data yang tercatat,” terangnya.‬

“Apabila biaya distribusi yang dibantu pemerintah ternyata kurang dari biaya ongkos angkut, maka si penerima raskin yang menanggung kekurangan ongkos tersebut,” timpal Fajar lagi.

Untuk menghindari adanya potongan biaya distribusi oleh oknum tertentu, Fajar menegaskan dia sendiri yang langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada kepala desa.‬ “Selama ini biaya distribusi diterima oleh kepala desa melalui camat, tahun ini kita langsung memberikan pada kepala desa guna menghindari adanya pemotongan,” tegas Fajar.

Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (FK-TKSK) Taput, Chompey Sibarani menegaskan harga tebus raskin adalah Rp1.600 per kilogram (kg) di titik bagi desa.‬ Itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 900/2634/SJ Tahun 2013 tentang Pengalokasian Biaya Penyaluran Raskin dari Titik Distribusi ke Titik Bagi.‬

Diterangkannya, ongkos pengangkutan atau distribusi dari gudang bulog ke titik distribusi kantor camat ditanggung oleh bulog, yang bersumber dari anggaran kementerian sosial. Selanjutnya biaya distribusi dari titik distribusi ke titik bagi kantor desa ditanggung oleh pemerintah daerah.‬ “Jadi masyarakat penerima raskin membayar per zaknya dengan ukuran 15 kg adalah sebesar Rp24.000,” tegas Chompey.‬

Kecuali Pemkab Taput tidak memiliki dana yang cukup untuk menanggung transport raskin dari titik distribusi ke titik bagi, penerima raskin dibebankan biaya tambahan.‬ “Biaya tambahan yang dibebankan kepada penerima raskin itu harus diatur dalam juklak juknis,” ujar Chompey.

Editor: Mora