2 tahun lalu |22 Maret 2016 20:57 |3140 Pembaca

Bangganya Jadi Penumpang Terbang Perdana Garuda Jakarta-Silangit

TAPUT, SUARATAPANULI.COM- Penerbangan perdana pesawat Garuda Indonesia jenis CRJ 1000 dari Soekarno-Hatta Jakarta ke Bandara Silangit Taput, Selasa (22/3) mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan masyarakat Tapanuli. Namun siapa sangka peristiwa bersejarah ini hanya dimiliki oleh segelintir orang, hanya 55 orang.

Beberapa di antaranya adalah keluarga Raja Sianturi. Pria asal Tanah Batak ini kini sudah tinggal menetap dan bekerja di Jakarta. Mereka mengaku bangga dan sangat senang bisa menjadi bagian dari sejarah kian berkembangnya kawasan Tapanuli tersebut.

Dalam penerbangan selama 2 jam 40 menit itu, Raja ditemani istri, putranya dan menantu perempuannya, serta seorang cucu.

“Kami sangat menikmati penerbangan perdana ini. Tidak ada goncangan yang berarti saat berada di udara yang membuat kita kadang merasa takut. Begitu nyaman,” tutur Raja kepada SUARATAPANULI.COM setibanya di Silangit.

Dengan raut wajah penuh kegembiraan, Raja menceritakan bahwa kepulangannya kali ini adalah untuk berziarah ke makam keluarga di Kecamatan Muara, Taput, sembari menghabiskan liburan Hari Raya Paskah nanti. “Memang sengaja pulang kampung untuk libur Paskah dan mau ziarah,” ungkapnya.

Dia mengapresiasi semua pihak yang telah mendorong pengembangan Bandara Silangit hingga dibukanya rute penerbangan langsung Jakarta-Silangit pulang pergi oleh maskapai terbaik di Indonesia bahkan di tingkat internasional.

“Kami dengar jadwal penerbangannya tiga kali dalam seminggu. Itu bagus sekali, saya yakin kawasan Tapanuli ini akan cepat berkembang, dan bukan tidak mungkin nanti jadwal penerbangan menjadi ada setiap hari,” katanya.

Sebelumnya, sambung Raja, jika dirinya ingin pulang kampung biasanya terbang dari Jakarta ke Medan, kemudian menempuh jalur darat ke Tapanuli. Itu membutuhkan waktu berjam-jam. Tapi dengan adanya rute baru ini, waktu dan tenaga menjadi jauh lebih efisien.

‪Ditanya kocek yang harus dia keluarkan untuk membeli tiket, kakek yang ramah ini menggelengkan kepala dan menjelaskan bahwa perjalanannya kali ini dibiayai oleh perusahaaan tempat ia bekerja.

“Meski demikian saya berharap harga tiket yang ditawarkan pihak maskapai agar terjangkau,” pintanya.

Di penerbangan perdana itu pesawat lepas landas dari Jakarta pada pukul 09.00 WIB, dan tiba di Silangit pada pukul 11.40 WIB. Pesawat bermesin jet itu juga membawa penumpang spesial, di antaranya Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Anggota DPR RI Anton Sihombing, Direktur Niaga PT Garuda Indonesia Handayani, Presiden Direktur Angkasa Pura (AP) II Budi Karya, tokoh masyarakat Sumut DR RE Nainggolan, mewakili Menteri Pariwisata BP Hiramsyah Sambudy, mewakili Menteri Perhubungan Maryati Karma, dan mewakili Menteri BUMN BP M Khoerun Roziqin.

Setibanya di Silangit, seluruh penumpang disambut oleh Bupati Taput Drs Nikson Nababan, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE, Bupati Tobasa Ir Darwin Siagian, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, serta sejumlah tokoh masyarakat. Tak luput dengan sajian Tortor Batak dan penyematan souvenir ulos kepada seluruh rombongan.

Editor: Marihot Simamora