2 tahun lalu |21 April 2016 16:29 |1241 Pembaca

Mengunjungi Galeri Kaum Difabel di Pekan Raya Paskah Sibolga

Foto: Beragam karya kerajinan tangan pengrajin difabel yang dipamerkan di stand Galeri RBM Hephata, di Pekan Raya Paskah Sibolga, di Lapangan Simaremare, Kamis (21/4). Mora/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Meski memiliki kekurangan fisik, ternyata mereka tetap bisa berkarya. Sentuhan tangan para penyandang difabel binaan Panti Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Hephata HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng itu pun menjadi produk yang bernilai ekonomi.

“Hebat juga ya. Meski dengan keterbatasan fisik, tapi hasil kerajinan mereka cukup sempurna,” ucap Evi M Simanjuntak (32), saat mengunjungi stand Galeri Difabel RBM itu, di ajang Pekan Raya Paskah Sibolga 2016 di Lapangan Simaremare, Kamis (21/4).

Di galeri itu dipajang beragam produk kreatif mulai dari lilin, bross, tas dan rak minuman, vas bunga, tempat tisu, keranjang beras (tandok), selendang hiasan bermotif ulos, centong, gantungan kunci, hiasan salib, tas, alas kaki, deterjen cuci piring, hingga miniatur kapal nelayan pun ada. Harganya bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp3,5 juta.

“Semua ini hasil karya kerajinan warga pengrajin difabel binaan RBM Hephata HKBP Distrik IX Sibolga-Tapteng,” kata Boru Tobing, penjaga stand.

Di stand itu juga kebetulan ada seorang pengrajin binaan yang tengah merajut keset kaki dari bahan benang dan kain bekas. Tangan pria muda itu tampak begitu cekatan membentuk rajutan di atas papan berpaku pembentuk polanya. “Iya pak, ini mau buat keset kaki,” ujarnya tersenyum.

Foto: Pengunjung Galeri Difabel RBM Hephata. Mora/ST Foto: Pengunjung Galeri Difabel RBM Hephata. Mora/ST

Boru Tobing menjelaskan, meski nama yayasan bernuansa salah satu agama, namun ada juga pengrajin binaan mereka berasal dari agama lain. Totalnya ada 302 orang pengarajin binaan.

“Bukan hanya yang Kristen, yang non Kristen juga ada. Model pembinaannya kami ke rumah-rumah mereka. Jadi mereka berkegiatan di rumahnya masing-masing, meskipun sekretariat RBM Hephata itu sekarang berkedudukan di Kantor Distrik HKBP Sibolga Julu.

Nah, berwisata rohani di Pekan Raya Paskah bisa sambil membantu sesama yang berkekurangan. Jangan lupa beli produk kerajinan karya tangan saudara-saudara kita ini ya Bro and Sis… Seperti motto galeri RBM-nya; “Membeli untuk membantu, membantu dengan membeli“.

Editor: Raymon