2 tahun lalu |21 April 2016 17:33 |2715 Pembaca

Jangan Coba-coba Jadi Preman di Sibolga

Foto: Kapolres Sibolga AKBP Didi Wahyudi menyematkan pita Tim Pemburu Preman saat apel pembentukan, Kamis (21/4). Harmen/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – “Selama ini kita dengar yang kategori premanisme itu identik dengan rambut gondrong dan banyak tato. Preman juga bisa dikategorikan dengan oknum tertentu yang mempunyai bisnis ilegal, memeras, mengancam. Mereka juga bisa terorganisir, bisa saja mewabah dalam organisasi atau kelompok”.

Demikian ditegaskan Kapolres Sibolga AKBP Didi Wahyudi saat apel pembentukan Tim Pemburu Preman di Mapolres setempat, Kamis (21/4). Tim anti premansime itu dibentuk untuk melindungi dan melayani masyarakat. Dibentuk dari unsur Polri, Satpol PP, dan Dishubinfokom. Sebagian anggota tim bahkan akan dipersenjatai.

Pernyataan Kapolres itu merupakan sinyal peringatan kepada semua pihak untuk tidak mencoba-coba mempraktekkan aksi premenisme di kota berjuluk ‘Negeri Berbilang Kaum, Perekat Antar Umat Beragama’ tersebut. Jika tak menghiraukannya, siap-siap saja digulung petugas.

Kapolres menegaskan, pembentukan satgas anti preman itu merupakan program dari Mabes Polri.‬ Semua tempat punya potensi tumbuhnya berbagai bentuk premanisme, itu sasaran tim ini. “Titik rawannya seperti di pasar, terminal, kawasan parkir liar, pabrik dan kawasan rawan lainnya. Tujuannya untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat umum,” kata Kapolres.

Selain di tingkat polres, satgas anti preman ini juga dipimpin oleh  kapolsek jajaran. Kapolsek mesti melaporkan perkembangan dan hasil operasi ke polres. “Ini merupakan salah satu dari akselerasi 100 hari program kerja Kapolri atas instruksi Presiden RI. Sebenarnya ini sudah tugas rutin kami, namun ditingkatkan dengan pembentukan tim satgas ini,” katanya.‬

Selain satgas anti preman, Polri di jajarannya ke depan juga akan meningkatkan tugas dan fungsi dengan membentuk satgas anti korupsi, anti narkoba, dan satgas lainnya. Keberadaan semua satgas itu sebagai bentuk akselerasi pelayanan kepada masyarakat.‬

Editor: Mora