2 tahun lalu |21 April 2016 18:46 |1260 Pembaca

Kawasan Pelabuhan Sambas Rawan Premanisme‬ & Kriminal

Foto: Kawasan sekitar Pelabuhan Sambas Sibolga yang rawan aksi premanisme dan kriminal. Han/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Pelabuhan Sambas menjadi salah satu kawasan rawan aksi premanisme dengan tingkat kriminalitas yang tinggi.‬ Hal itu diungkapkan Kapolres Sibolga AKBP Didi Wahyudi saat apel pelepasan Tim Pemburu Preman, di Mapolres setempat, Kamis (21/4).

“Semua tempat punya potensi tumbuhnya berbagai bentuk premanisme. Seperti di pelabuhan, pasar, terminal, kawasan parkir liar, pabrik dan kawasan rawan lainnya,” tegas Kapolres saat apel.

Kerawanan kawasan pelabuhan penyeberangan di Teluk Tapian Nauli itu diakui AP (28), warga Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas. Menurutnya, kawasan pelabuhan sekitarnya adalah titik paling rawan peredaran minuman keras tradisional jenis tuak suling, narkoba, praktek perjudian, serta aksi premanisme. Sebab, pelabuhan merupakan pusat aktifitas penyeberangan orang, kendaraan dan barang setiap harinya.

“Warga sekitar pelabuhan seperti kami memang kerap resah dibuat. Contohnya seperti penjualan tuak suling sangat terang-terangan, dari pagi hingga tengah malam. Itu sangat menganggu kenyamanan dan ketertiban umum,” kata pria yang meminta identitasnya diinisialkan.

AP menceritakan, banyak kasus kriminal yang ditimbulkan oleh penjualan minuman beralkohol tersebut. Pernah seorang pemuda pembeli tuak suling di salah satu warung yang ada di kawasan pelabuhan, dimana kemudian pemuda itu tak sengaja buang air kecil di sekitar warung tersebut. Karena sudah dalam keadaan mabuk, beberapa pemuda setempat kemudian melarangnya. Namun pemuda tadi tidak terima. Alhasil terjadi cekcok mulut diantara mereka.

“Mereka ribut karena mungkin merasa tersingung, terjadilah perkelahian, pemuda yang mabuk tadi akhirnya mati dikeroyok beberapa pemuda setempat,” ungkapnya.

Menurutnya, penjualan miras jenis tuak suling itu merusak akhlak, moral khususnya bagi kaum muda. Sebab pembeli tuak itu justru didominasi oleh para remaja.

“Saya pribadi sangat mendukung pembentukan satgas anti preman dan aksi kriminalitas oleh polres itu. Harapan kami agar tim turun ke kawasan pelabuhan dan menertibkan warung penjual tuak suling itu. Jangan karena penjualnya mau mencari keuntungan sendiri, efeknya malah menggangu kenyamanan umum dan merusak generasi muda,” pinta AP.

Editor: Mora