2 tahun lalu |21 April 2016 19:32 |814 Pembaca

Serapan Pupuk Bersubsidi di Humbahas masih Rendah

Foto: Happy Silitonga.

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Daya serap pupuk bersubsidi yang dikucurkan bagi petani di wilayah Kabupaten Humbahas masih rendah. Selain karena banyak petani yang belum intensif bertani, juga ada yang masih mampu memproduksi pupuk kompos sendiri.

Kepala Dinas Pertanian Humbahas Heppi Silitonga mengakui realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di daerah itu tiap tahun menurun. Namun pihaknya tetap menyiapkan stok dengan mempertimbangkan alokasi per bulan sesuai ketetapan pemerintah.

Dijelaskannya, serapan terbesar kuota yang ada direalisasikan dari pupuk urea, yakni mencapai 100 persen. Disusul pupuk NPK Ponska yang mencapai 80 persen. “Sementara untuk pupuk lainnya, seperti SP 36 dan ZA itu kurang,” terang Heppi, Kamis (21/4).

Dinas pertanian, sambung Heppi, akan melakukan kajian dan evaluasi kebutuhan pupuk tersebut. “Sebagai upaya agar penggunaan pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran dan tepat guna, maka diperlukan percepatan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk kebutuhan 2016. Kemarin ini sudah kita bahas dengan para pegawai kita,” ucapnya.

Terkait pendistribusian, Heppi menyatakan tidak ada masalah. Minimnya serapan pupuk tersebut sangat disayangkan, sehingga perlu peningkatan sosialisasi ke petani. “Kami tidak mau menduga-duga. Namun sosialisasi dan evaluasi akan kami lakukan secara menyeluruh. Hal ini berkaitan juga dengan visi misi Bupati Humbahas,” tandasnya.

Tapi, argumentasi Kadis Pertanian itu berbeda dengan yang terjadi di lapangan. Dimana petani justru sering mengeluhkan ketersediaan pupuk bersubsidi. Selain kerap langka, harga jualnya juga kadang melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Editor: Mora