2 tahun lalu |21 April 2016 22:47 |3809 Pembaca

Puluhan Guru Honor di Tapteng Mengaku Ditipu Miliaran Rupiah

Foto : Puluhan guru honorer K-II korban dugaan penipuan uang pengangkatan menjadi PNS, saat mengadu kepada Ketua DPRD Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani. Fredes/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Puluhan guru honorer Kategori II mendatangi Ketua DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani, Kamis (21/4). Mereka mengadu dan mengaku telah menjadi korban penipuan sejumlah uang oleh beberapa oknum yang disebut-sebut orang dekat mantan Bupati Tapteng RBS, dengan modus dijanjikan akan diangkat menjadi PNS.

Kedatangan mereka diterima oleh unsur pimpinan dan beberapa anggota DPRD. Ketua Forum Komunikasi Tenaga Honorer K-II Tapteng, Gideon Purba mengungkapkan, pihaknya telah mencatat ada 41 korban. Mereka mengakui telah memberikan uang dengan jumlah bervariasi antara Rp10 juta-Rp105 juta. Maka jika ditotal seluruhnya, angkanya mencapai miliaran rupiah. “Bahkan tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya,” ungkap Gideon.

Terkuaknya kasus dugaan penipuan massal ini setelah forum itu terbentuk. Kemudian satu persatu anggotanya mau mengungkapkan penipuan yang dialaminya. Kata Gideon, aksi penipuan ini terjadi pada 2012 silam. Hanya saja, para korban tidak berani mengadukannya ke pihak kepolisian karena takut malah terjerat sebagai pemberi suap.

Beberapa lagi, masih Gideon, merasa enggan mengungkapkannya karena malu telah tertipu. Sebagian korban juga tidak mau melapor ke polisi karena takut uangnya tidak kembali. Selama ini korban melakukan upaya kekeluargaan, meminta uangnya dikembalikan meskipun dengan cara dicicil. Namun sampai sejauh ini tidak ada respon dari para pelaku.

“Jadi selama ini mereka takut mengadu. Sebab mereka ditakuti-takuti oleh para pelaku. Katanya jika mengadu, maka akan ikut ditangkap karena melakukan suap. Pelakunya ada banyak orang, mereka para tim Bupati terdahulu. Mereka datang dengan iming-iming bisa meloloskan K-II itu. Kami sudah punya data para korban dan juga para pelakunya. Bukti kwitansi juga ada. Bukti inilah yang akan kami berikan ke DPRD agar selanjutnya dapat diserahkan kepada polisi,” ungkap Gideon.

Ketua DPRD Berang, Sepupu Bupati Sukran Diduga Terlibat

Menyikapi pengaduan itu, Ketua DPRD Bakhtiar Ahmad Sibarani berang. Bakhtiar menegaskan pihaknya akan segera melaporkan kasus ini ke kepolisian.

“Besok saya jumpai Kapolres. Kenapa kasus ini baru kita laporkan sekarang, karena para korban baru memberikan bukti-bukti ini sekarang. Begitu nanti kita serahkan (bukti) kepada polisi, nanti saya minta kepada Kapolres agar para pelaku ini dipanggil. Total uang yang ditipu ini hampir Rp1,5 miliar. Pelakunya ada sekitar 10 orang,” tegas Bakhtiar.

Politisi Hanura itu juga mengimbau agar para pelaku segera mengembalikan uang para korban honorer K-II tersebut, sebelum masalah ini sampai ke pihak penegak hukum. Bakhtiar juga menegaskan akan terus mengawal kasus ini, agar para korban tidak ditakut-takuti oleh orang-orang tertentu.

“Ini sangat menyedihkan, padahal para honorer ini ada yang jual rumah, menggadaikan SK PNS orangtuanya, ada yang menggadaikan tanahnya, bahkan ada yang sampai tidak punya rumah lagi, karena rumahnya sudah terjual. Oleh sebab itu pesan saya kepada yang diduga melakukan penipuan agar segera mengembalikan uang mereka ini. Jangan sampai berlaku proses hukum. Karena suatu saat uang tipuan itu akan Anda muntahkan, dan karma akan berlaku pada Anda. Kami minta dengan kesadaran, saya beri waktu dalam bulan ini,” tegas Bakhtiar.

Dari data yang diterimanya, diduga salah satu pelakunya oknum berinisial SP, yang dikenal sebagai sepupu Sukran Jamilan Tanjung, Bupati Tapteng sekarang. “Saya rasapun Bupati tidak setuju dengan kelakuan si SP ini. SP ini kan punya mobil, ya bayarlah ini. Kenapa bisa senang-senang di atas penderitaan orang lain. Bayarlah ini, kan cuma Rp19 juta. Sementara yang ditipu itu adalah seorang nelayan kecil, nelayan panjaring salam,” tandas Bakhtiar.

Editor: Mora