2 tahun lalu |22 April 2016 16:43 |2270 Pembaca

Wina Sihombing Karateka Perempuan Segudang Prestasi‬

Foto: Wina Sihombing karateka perempuan dari Taput mendemonstrasikan tendangannya. IST/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Dunia karateka di Tapanuli Utara (Taput) mungkin tidak asing lagi dengan nama dara satu ini. Ya, dia adalah Wina Putri Sihombing. Mendengar namanya saja sudah membuat karateka lainnya merasa ‘ngeri’.‬

Gadis berparas ayu yang lahir 19 tahun lalu itu merupakan alumni SMA Negeri 1 Sipoholon, Taput. Meski baru lima tahun menggeluti olahraga keras ini, Wina telah banyak menorehkan prestasi di bidang seni beladiri asal Negeri Sakura itu.‬

Tidak cuma jago kandang, beberapa prestasi gemilang bertaraf internasional pun telah diraihnya. Tentu dengan perjuangan dan semangat pantang menyerah yang telah lama merasuk ke jiwa dara yang memiliki motto ‘Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, tetap semangat, tetap berjuang, rintangan berat di depan mata‘ tersebut.

Hobi beladiri yang biasa digeluti oleh para pria itu awalnya mendapat tentangan dari kedua orangtuanya. “Tapi seiring dengan prestasi yang diraih, orangtua saya pun sekarang sangat mendukung setiap kali Wina mengikuti kejuaraan,” tutur perempuan berkulit sawo matang yang juga cukup mahir memetik gitar itu kepada awak media di Tarutung, Jumat (22/4).‬

Berikut prestasi yang pernah ditorehkan Wina; pertama juara III kelas 54 kg junior putri pada Kejurda FORKI Sumut tahun 2013, juara I kelas 53 kg dan best of the best kategori junior putri di Kejuaraan Antar Pengcab Wadokai se-Tapanuli tahun 2013.

Lalu, juara I kelas 55 kg putri pada Porwil IV tahun 2014, juara II kelas 55 kg putri pada Pekan Olahraga Sumut tahun 2014, juara I kelas 61 kg putri pada kejuaraan Forki Sumut tahun 2015.

Kemudian, juara I kelas 55 kg under 21 dan juara I kelas 55 kg senior putri dan best of the best kategori under 21 dan senior putri pada Kejuaraan Daerah Wakodai se-Sumut tahun 2015, dan juara II kelas 61 kg senior putri pada Kejuaraan Asia/Silent Knight VI tahun 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Editor: Mora