2 tahun lalu |22 April 2016 18:52 |1018 Pembaca

Seniman Humbahas Juara III Pentas Media Tradisional Sumut

Foto: Seniman Sanggar Seni Humbang Nauli yang meraih Juara III Pentas Media Tradisional Provinsi Sumut.

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Kabupaten Humbahas berhasil meraih juara III Lomba Pementasan Media Tradisional Provinsi tahun 2016 yang diselenggarakan Diskominfo Provinsi Sumut, di Medan, Rabu (20/4) kemarin.

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor melalui Kepala Bagian Humas Osborn Siahaan dalam siaran pers yang diterima wartawan Jumat (22/4) menyebutkan, prestasi itu merupakan kebanggaan sekaligus tantangan agar lebih baik ke depan, khususnya bagi para seniman di Humbahas.

“Humbahas baru pertama sekali mengikuti perlombaan ini. Selama ini kita hanya sebagai peninjau, dan sekarang ini kita bisa sebagai peserta lomba menduduki peringkat ke-III. Ini tentu suatu kebanggaan bagi kita semua, ini berkat dukungan dan doa semua pihak yang terlibat di dalamnya,” ujar Osborn.

Lomba itu, kata Osborn, menyambut Hari Jadi Provinsi Sumut ke-68, dengan tema “Dengan Semangat Hari Jadi ke-68 Provinsi Sumatera Utara Kita Perkuat Sinergitas Percepatan Pembangunan Mewujudkan Sumatera Utara Maju”, bertempat di Auditorium LPP RRI Medan. Kegiatan itu dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara diwakili Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprovsu Drs H Mhd Fitriyus SH MSP dan dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kabupaten dan Kota se-Sumut.

Tim juri yang berasal dari akademisi, budayawan dan tokoh masyarakat, saat penyerahan piala mengatakan, Sanggar Seni Humbang Nauli Humbahas meraih juara III karena memenuhi kriteria persyaratan.

Terpisah Kadishubpar Humbahas Mangupar Simanullang melalui Kabid Kominfo Deddy Situmorang menjelaskan, Sanggar Seni Humbang Nauli yang ditunjuk mewakili Humbahas benar-benar luar biasa bisa meraih juara III. “Sebagai pendatang baru, ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Deddy menyebutkan, pihaknya akan lebih menggali dan mengembangkan sanggar-sanggar seni yang ada di Humbahas untuk melestarikan budaya pada generasi muda khususnya, dan sebagai upaya pengembangan kearifan lokal.

“Sanggar seni ini akan kita pertunjukkan pada acara resmi pemkab seperti HUT kabupaten, HUT RI dan acara-acara lainnya, sehingga budaya dan tradisi lokal terus dapat dilestarikan,” kata Deddy.

Sementara Ketua Sanggar Seni Humbang Nauli, Sogud Simanullang menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Humbahas yang telah menghunjuk mereka ke kompetisi pertunjukan kesenian tradisional dan modern dalam bentuk lakon lawak, seni suara, tarian tradisional dan tarian kreasi baru tersebut. “Pertunjukan ini dikemas sedemikian rupa berisikan pesan tentang potensi wisata, produk unggulan pertanian dan pemberdayaan sumberdaya manusia pada pemerintah dan generasi muda. Pada khususnya untuk tetap tidak pernah melupakan kebudayan tradisional. Pesan ini disajikan dengan gaya humoris dan menghibur, sehingga mudah dipahami dan mudah dilaksanakan. Puji Tuhan, berkat kerja keras dan dukungan dari semua pihak terkait, kami bisa juara III. Kami sangat termotivasi atas prestasi itu, semoga dimasa mendatang dapat lebih ditingkatkan,” ungkap Sogud.

Lebih lanjut Sogud menjelaskan, dengan menampilkan opera legenda ‘Raja Sisingamangaraja’, mereka ingin memperkenalkan Istana Raja Sisingamangaraja, dan Raja Sisingamangaraja XII sebagai Pahlawan Nasional dari Humbahas.

“Sebenarnya banyak potensi pariwisata daerah yang lainnya, seperti Aek Sipangolu, Tungkot Hariara, Tombak Sulusulu, pemandangan alam Sipinsur dan air terjun Janji. Harapan kita bersama agar Humbahas dapat dikenal dan terpublikasi secara nasional,” tandasnya.

Editor: Mora