2 tahun lalu |23 April 2016 10:38 |2103 Pembaca

Wow! Straight Hiu di Laut Mansalaar

Foto-foto dokumentasi Hasrul dan pemancing panduannya saat beraksi menaklukkan perairan Mansalaar Island. (Dokumentasi for ST)

WEEKEND lagi, kemana kita? Ahaa… Bagi Anda pehobi mancing di laut, boleh atur jadwal untuk menghadapi tantangan dari perairan Mansalaar Island ini. Dengan teknik popping, joran bisa disambar ikan hiu.

Dunia internasional mengenal Pulau Mursala di perairan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara ini dengan nama Mansalaar Island. Spot ini adalah salah satu surganya penggila mancing. Dengan jajaran pulau-pulau kecil yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, laut pantai barat Sumatera ini menjadi sarang bagi beragam jenis ikan. Kalau sedang feeling lucky, bisa bertarung dengan ikan hiu kelapa, begitu nelayan lokal menyebutnya.

11

Hasrul Azis Sikumbang (36), salah satu pemancing sekaligus penyedia jasa kapal sewaan di Kota Sibolga sudah sering menundukkan penghuni perairan yang juga dikenal dengan sebutan Teluk Tapian Nauli itu. “Saya pernah narik hiu kelapa berbobot 27,5 kg. Ikan guratang 16,5 kg juga pernah dapat,” ucap Hasrul kepada SuaraTapanuli, baru-baru ini.

Hasrul lantas menunjukkan foto-foto dokumentasi saat ia dan pemancing yang dipandunya beraksi. Ada beragam jenis dan ukuran ikan hasil poppingan mereka.

2

Hasrul menjelaskan, untuk mencapai spot itu hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan speedboad, baik dari dermaga di Kota Sibolga maupun dari Pantai Pandan, Tapteng.

Berangkat dari sekedar hobi, Hasrul sudah 10 tahun menggeluti profesi penyedia jasa sewa kapal bermotor bagi para pemancing. Sehari-hari perahu bermesin tempel miliknya sandar di parit ujung Jalan Sibolga Baru (arah laut) atau dikenal dengan kawasan Ancol, Kecamatan Sibolga Sambas.

3

Selain para jagoan lokal, para pemancing luar daerah pun kerap dipandunya, seperti dari Bandung, Jakarta, Padangsidimpuan, Siborongborong, Tarutung, Balige, Medan, dan lainnya.

Satu kapal stempel bisa membawa 7 orang penumpang atau pemancing. Tarifnya cukup terjangkau, antara Rp2 juta-Rp2,5 juta sehari, dan tergantung kemana spot tujuan. Pria bertubuh subur itu juga melayani pelanggan yang ingin memancing pada malam hari.

8

Banyak spot cantik, seperti di Gosong Pulau Sorkam yang dominasi ikan hiu kelapa, GT (Giant Trevallyrs), jarang gigi, kerapu harimau, dan janang (kerapu merah). Lalu di perairan Pulau Mursala yang dominannya ikan GT dan janang. Dan di perairan Pulau Bakar yang banyak ikan GT dan kerapu harimau.

“Kalau yang saya bawa memang khusus dengan teknik popping. Teknik ini kapal tak harus jauh ke tengah, cukup di pinggiran pulau saja, jadi tetap aman kalau misalnya tiba-tiba cuaca berubah,” ucap Hasrul sembari mengisahkan bagaimana sensasi straight kala popper diterkam ikan.

5

Pemancing yang tak membawa peralatan lengkap, tak perlu risau. Sebab penyedia kapal sewaan bisa menyediakan peralatan yang dibutuhkan. “Terkadang pemancing yang datang dari luar daerah tak bawa perlengkapan lengkap. Tidak jadi masalah, kita yang siapkan, ada lengkap semua sama kita. Hanya saja diancurkan setidaknya bawa joran dan poppernya. Kalau bisa joran, reel dan benangnya yang kualitas bagus, supaya tahan dan kuat. Kalau soal bekal makanan dan minuman di perjalanan gampanglah itu,” bebernya.

Menurut Hasrul, dalam teknik popping, dibutuhkan trik dan latihan cara melempar popper yang benar sesuai karakteristik spotnya. “Sebelum main, nanti saya kasih tahu teknik melempar poppernya. Arah sejajar ke target sasaran. Jangan sampai jatuh ke atas batu karang atau bebatuan pemecah ombak di bibir pulaunya,” ujarnya.

7

Teknik popping pada dasarnya termasuk dalam kelompok casting. Tetapi teknik ini menggunakan joran atau rod yang cukup panjang, antara 180 sampai 210 cm dan terdiri dari 2 pieces yang disambung. Teknik popping khusus menggunakan lure (umpan buatan) yang juga biasa disebut popper yang biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram.

6

Umpan buatan ada jenis chugger yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok. Bila disentak sewaktu mengapung chugger akan menimbulkan bunyi “pop, pop, pop”, karena kepalanya menabrak air laut. Itulah sebabnya ia disebut popper. Ada juga jenis pencil, karena kepalanya tajam. Pensil ini tidak disentak sentak, tapi hanya ditarik terus.

12

Selain popping, Hasrul juga sering mengajak pemancing yang dipandunya untuk spearfishing atau menembak ikan sambil menyelam. “Kalau bosan popping, kita bisa menyelam di spot tertentu untuk menembak ikan. Alatnya kita punya. Makanya Insyah Allah saya berani jamin kepada pemancing yang saya bawa bahwa setiap berangkat pasti pulangnya kita bawa ikan. Jadi selain hobi terpuaskan, kita bisa menikmati pemandangan alam dari pantai dan pulau-pulau indah yang kita lewati,” paparnya.

Editor: Raymon