2 tahun lalu |23 April 2016 14:27 |1245 Pembaca

Melongok Lapas Siborongborong Jelang Hari Spesialnya

Foto: Warga binaan Lapas Siborongborong, Taput, saat pertandingan catur. Ist/ST.

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Siborongborong, Taput, lebih hidup dari hari-hari biasanya. Para warga binaannya terlihat lebih aktif untuk mempersiapkan peringatan sebuah momen spesial, Hari Pemasyarakatan Indonesia, pada 27 April nanti. Berbagai kegiatan ditingkatkan, termasuk menggelar kompetisi olahraga.

Ucok (35), salah satu warga binaan yang terlihat lebih aktif dari biasanya. Meski tengah menjalani masa hukuman akibat perbuatannya yang melanggar hukum, dia tetap gembira dan bangga menyambut hari istimewa itu. Pria berkulit sawo matang itu mengikuti beberapa cabang olahraga yang dipertandingkan.

Seluruh warga binaan memang dilibatkan dalam rangkaian kegiatan itu, baik sebagai panitia maupun sebagai peserta lomba. Termasuk juga dalam persiapan untuk puncak acara peringatan nanti.

“Kami bergembira dan terhibur atas kegiatan ini. Kiranya kegiatan seperti ini dilakukan setiap hari, agar warga binaan memiliki badan yang sehat serta mental yang kuat karena aktif. Sehingga jasmani dan rohani warga binaan tetap sehat,” tandasnya.‬

Kepala Lapas Jahari Sitepu menyebutkan, seluruh perlombaan diikuti oleh warga binaan dan pegawai lapas. Warga binaan saat ini tercatat ada sebanyak 609 orang dengan beragam kasus dan tingkat masa hukuman.

“Cabang olahraga yang dipertandingan antara lain bola volly, sepak takraw, catur, bulutangkis, dan tenis meja. Kemudian ada beberapa kegiatan pada puncak hari peringatan nanti,” tutur Jahari Sitepu kepada awak media, Sabtu (23/4).‬

Even olahraga ini, sambung Jahari, sengaja dihelat untuk menyambut hari besar lembaga, sekaligus untuk mempererat tali persaudaraan sesama penghuni lapas, juga dengan petugas dan pegawai lapas. Dengan berkompetisi dalam hal yang positif, warga binaan dilatih untuk menjunjung semangat sportifitas dan jiwa pantang menyerah sebagaimana seorang olahragawan.

“Kegiatan seperti ini juga diharapkan dapat mengikis rasa minder mereka saat dikembalikan ke masyarakat nanti. Sekaligus untuk memasyarakatkan olahraga di kalangan warga binaan,” terang Jahari.

Selain itu, kegiatan olahraga juga diharapkan bisa membersihkan prilaku yang kurang baik di lingkungan lapas, termasuk penyalahgunaan narkoba. Jahari menambahkan, warga binaan sama dengan masyarakat biasa. Mereka juga perlu dihargai dan diberikan pencerahan hidup agar semangat untuk menjalani hari-harinya memiliki kepribadian yang matang.

“Kementerian Hukum dan HAM melalui seluruh lapas yang ada di Indonesia tetap konsisten dengan prinsip kemanusiaannya, bahwa hak untuk hidup dan hak untuk berkarya tetap dimiliki oleh setiap manusia, termasuk warga binaan yang ada di lapas,” ujar Jahari.‬

Editor: Mora