2 tahun lalu |23 Maret 2016 10:10 |1227 Pembaca

Pasca Banjir, Sawah di Tapteng Terancam Gagal Panen

Foto: Salah satu areal persawahan di Kecamatan Barus, Tapteng, yang terendam banjir, Rabu (23/3). Ray T/SuaraTapanuli.Com

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM- Ratusan  hektare tanaman padi di Kabupaten Tapanuli tengah (Tapteng), Sumatera Utara, didapati rusak, Rabu (23/03/2016), akibat terendam banjir. Sejumlah petani di Kecamatan Barus pasrah karena panen kali ini terancam gagal.

Yusrah (58), salah satu petani mengaku padi miliknya sudah mulai menguning dan siap dipanen dalam pekan ini. Namun terancam rusak akibat genangan air banjir luapan sungai Aek Sirahar.‬

‪”Jika normal, sawah milik kami akan menghasilkan 3 hingga 5 ton padi, namun akibat rendaman air yang terjadi selama dua hari terakhir, dikhawatirkan rusak dan gagal panen,” katanya.‬

‪Disebutkannya, total lahan yang terendam di Desa Kinali mencapai puluhan hektar sawah. Kondisi serupa juga terjadi  di 11 desa lainnya yang ada di Kecamatan Barus.‬

‪Warga lainnya, Mak Rudi mengatakan banjir luapan Aek Sirahar sudah sering terjadi. Meski demikian hingga kini belum ada upaya perbaikan yang berarti dari pemerintah daerah.‬

‪Sebelumnya, banjir merendam sejumlah kecamatan di Tapteng sejak Senin (21/3) malam. Ketinggian air berkisar 1 meter hingga 2 meter. Ada 2 kelurahan dan 11 desa yang terendam banjir di Kecamatan Barus.

Editor: Mora