2 tahun lalu |24 April 2016 17:14 |1543 Pembaca

Hore… Anak PAUD Tapteng dapat BOP Rp2,48 Miliar

Foto: Kadis Pendidikan Tapteng Delta Pasaribu saat memberi arahan kepada peserta sosialisasi penggunaan dana BOP PAUD, kemarin. Fredes/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Tapteng boleh bergembira. Tahun ini pemerintah pusat mengucurkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan sebesar Rp600 ribu per anak per tahun. Tapteng sendiri mendapat jatah total sebesar Rp2.484.000.000 bagi 209 PAUD dan TK.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Tapteng Zabril Abdi Nasution menjelaskan, BOP PAUD merupakan program pemerintah untuk membantu penyediaan pendanaan biaya operasional non personalia bagi satuan PAUD. Diberikan kepada anak melalui lembaga untuk mendukung kegiatan operasional pembelajarannya.

Berdasarkan petunjuk teknisnya (juknis), besar BOP PAUD ini menggunakan perhitungan jumlah peserta didik dengan satuan biaya sebesar Rp600 ribu per anak per tahun. Prioritasnya kepada anak usia 4-6 tahun. Lembaga PAUD yang layak mendapatkannya adalah yang memiliki sedikitnya 12 anak peserta didik, dengan besaran dana paling banyak Rp36 juta.

“Tapteng tahun ini mendapat Rp2.484.000.000, bersumber dari APBN TA 2016. Disalurkan dari Kas Umum Daerah ke rekening PAUD sekali setahun. Pencairannya paling lambat sebelum triwulan kedua berakhir. Untuk tahun ini direncanakan pada bulan Mei,” kata Zabril, kemarin.

PAUD penerima, sambung Zabril, dengan ketentuan memenuhi syarat penyaluran sesuai Permendiknas Nomor 2 tahun 2016, yakni satuan PAUD atau lembaga satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan PAUD yang sudah memiliki NPSN (Nomor Pokok Satuan PAUD Nasional), dan mengisi pernyataan tanggungjawab kepala satuan PAUD. Kemudian, membuat rencana kegiatan dan anggaran dengan mengikuti juknis. Dan memiliki rekening lembaga PAUD dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Sementara itu, Kabid PAUD Saida R Hutagalung mengungkapkan, dari 231 PAUD aktif di Tapteng, hanya 209 yang memenuhi persyaratan menerima bantuan ini. Di antara 209 itu, ada 4 TK negeri dan 9 TK swasta.

“Yang belum dapat tahun ini semoga menerima di tahun depan. Tentunya yang telah memenuhi persyaratan. Kami pun akan terus memberikan pembinaan agar PAUD yang belum menerima dapat memenuhi persyaratan tahun berikutnya,” tandas Saida.

Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Delta Pasaribu menekankan, pembiayaan pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan PAUD secara keseluruhan. Salah satu masalah pokok dalam hal pembiayaan pendidikan adalah bagaimana melindungi masyarakat, khususnya dari keluarga tidak mampu, dari kendala biaya untuk memperoleh layanan PAUD.

Menurutnya, ketersediaan lembaga PAUD yang memenuhi standar pelayanan minimal merupakan harapan dan tuntutan zaman yang perlu terus diupayakan. Harapan itu perlu diwujudkan dalam tataran operasional mengingat pelayanan pendidikan bagi anak usia 0-6 tahun adalah ‘The Golden Age‘ (usia emas). Pada usia inilah merupakan titik berangkat menuju generasi muda bangsa yang bermutu dan berkualitas.

“Untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan, dan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang bermutu itulah mulai tahun 2016 pemerintah mengalokasikan BOP ini,” kata Kadis Pendidikan Tapteng Delta Pasaribu saat sosialisasi penggunaan BOP PAUD di Ruang Pustaka Umum, Gedung Yapim Taruna Pandan, kemarin.

Sosialisasi itu diharapkan memberi pemahaman kepada pengelola PAUD tentang mekanisme pencairan, pelaporan, dan pertanggungjawabannya.

“Pedomanilah juknisnya, supaya kita nyaman dan aman. Penggunaan BOP ini harus tepat guna. Saya tidak mau satu orang pun terkait hukum dalam pengelolaan dana ini.‎ Sekali pun dananya sedikit, tapi manfaatkanlah dengan baik. Karena ini adalah dana stimulus untuk meningkatkan pendidikan. Ini adalah program awal yang baru digulirkan,” timpal Delta.

Editor: Mora