2 tahun lalu |24 April 2016 18:25 |2039 Pembaca

Tertangkap Curi Sepeda dari Rumdis Danrem, 4 Remaja Ini Digunduli

Foto: Keempat remaja yang ketahuan mencuri sepeda gunung dari rumah dinas Danrem 023/KS di Sibolga, dibekuk dan kepalanya digunduli. Raymon/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Nyali SDN (14), CASS (14), FZW (14) dan AD (15) cukup besar juga. Keempat remaja warga Ketapang, Kota Sibolga itu berani mencuri di rumah dinas (rumdis) Danrem 023/KS di Jalan Kapten Maruli Sitorus, Kelurahan Simaremare, Kota Sibolga, Minggu (24/4) dini hari.

Mereka berhasil mengelabui 3 prajurit TNI yang bertugas jaga di rumdis Kol Inf Fachri itu. Dua unit sepeda gunung yang disimpan di bagian belakang rumah itu diboyong mereka. Harga barunya kedua sepeda gunung merk ternama itu diperkirakan mencapai Rp20 juta lebih.

Tapi, aksi nekad mereka itu rupanya ketahuan juga oleh petugas jaga. Setelah memeriksa CCTV yang terpasang di lokasi, wajah mereka berhasil dikenali. Keempatnya kemudian berhasil dibekuk di rumahnya masing-masing. Sementara sepeda hasil curiannya belum sempat beralih tangan, masih disembunyikan di rumah pelaku CASS. Setelah diintrogasi oleh petugas Korem, kepala mereka digunduli, lalu diserahkan ke Polres Sibolga untuk diproses lebih lanjut.

“Para pelaku masuk dari bagian belakang rumah dengan cara memanjat dinding bagian belakang,” jelas Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Sutrisno membenarkan, Minggu (24/4).

Kasat menjelaskan, kedua unit sepeda gunung itu belum bisa diketahui apakah milik Danrem 023/KS atau milik prajurit TNI yang bertugas jaga di kediaman calon Jenderal tersebut. “Keempat pelaku berhasil diringkus dari kediamannya masing-masing oleh petugas TNI 023/KS. Sebelum diserahkan kepada kami, mereka diperiksa di Makorem. Bahkan mereka sempat menerima sanksi rambutnya digunduli,” ungkap Kasat lagi.

Lebih lanjut dikatakan Kasat, pengakuan keempat pelaku ketika diperiksa, bahwa mereka disuruh oleh seorang pemuda yang juga warga Ketapang. “Yang menyuruh itu identitasnya telah kami ketahui dan kini sedang diburu petugas kami,” tegasnya.

Saat ini, keempatnya masih menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Anak Polres Sibolga, sebab mereka masih dibawah umur. Tiga diantaranya diketahui masih pelajar, sedangkan satu pelaku lagi sudah putus sekolah di kelas 2 SD.

“Untuk kasus ini penyidik hanya menerapkan UU Perlindungan Anak,” jelas Kasat Reskrim Polresta Sibolga seraya menambahkan keempat pelaku bisa saja kemudian dikembalikan kepada orangtuanya karena masih tergolong usia anak.

Editor: Mora