2 tahun lalu |24 April 2016 20:08 |1383 Pembaca

Pedagang Kelontong di Psp Dianiaya dan Disekap Kawanan Perampok

Foto: Jendela yang dirusak perampok untuk bisa masuk ke dalam rumahnya korban. DD/ST

PADANGSIDIMPUAN, SUARATAPANULI.COM – Aksi perampokkan kembali lagi terjadi di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Kali ini menimpa salah satu rumah warga di Jalan Sisingamangaraja, Gang Setia, Kelurahan Sihotang, Kota Padangsidimpuan (Psp), Minggu (24/4) dini hari. Korbannya Hj Nurlawasni Sitompul (58) istri dari H Isrul Harahap, pemilik Toko Serbaguna (kelontong) di Jalan MH Thamrin, Kota Psp.

Pihak Polres Psp masih terus melakukan penyidikan. Dari hasil olah TKP diketahui, pelaku lebih dari satu orang dan masuk dari jendela kamar di lantai atas rumah korban yang bertingkat.‬

Kapolres Kota Psp AKBP M Helmi Lubis melalui Kasat Reskrim AKP DB Diriono yang turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan, dari hasil penyidikan pelaku diketahui masuk dari jendela kamar samping rumah korban di lantai dua. Ditemukan sebatang kayu yang diduga digunakan pelaku sebagai alat untuk naik ke atas. Selanjutnya, pelaku membobol bagian atas jendela yang tidak menggunakan jerajak (besi pengaman,red) dan masuk ke dalam rumah.‬

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB dini hari itu saat korban sedang menjalankan ibadah sholat subuh di bagian bawah rumah. Pelaku yang kemudian melihat korban, langsung mencekiknya dan menutup wajahnya dengan lakban.‬

“Jadi saat pelaku masuk, korban baru saja siap sholat subuh. Pelaku langsung mencekik dan menutup muka korban dengan kain hitam. Pelaku juga memukul kepala korban dengan besi linggis, lalu menyeretnya ke dalam kamar,” ungkap Kasat.

Di dalam kamar, pelaku memaksa korban menunjukkan tempat hartanya disimpan. Namun karena korban mengaku tidak ada harta atau uang yang disimpannya, pelaku kemdudian menganiaya korban. “Kemungkinan kuat, karena pelaku tidak mendapatkan apa yang diinginkan, kemudian menganiaya korban,” tukasnya sembari menyebut korban dianiaya di bagian kepala.

Terkait kerugian materi atau barang-barang yang hilang, pihak kepolisian belum dapat mengungkapkannya, karena belum ada keterangan akurat dari pihak korban. “Apa-apa saja yang hilang kita belum tahu. Tapi kemungkinan kuat tidak ada karena berujung pada penganiayaan,” pungkasnya.‬

Sementara itu suami korban H Isrul Harahap mengakui saat kejadian dirinya sedang dalam perjalanan pulang dari Medan menuju Psp.‬ ‪Menurut Isrul, istrinya mengalami luka-luka di bagian kepala dan mulut akibat dianiaya para perampok.‬

‪”Pengakuan istri saya saat kejadian dia sedang sholat subuh. Dia ditutup kain hitam oleh lelaki bertopeng dan kepalanya dipukul pakai besi,” ujarnya‬.

Para pelaku kemudian meninggalkan rumah, dan istrinya dikunci di dalam kamar. Korban ditemukan warga dalam keadaan berlumur darah dan tangan terikat. “Selang beberapa menit setelah perampoknya kabur, istri saya langsung meminta tolong pada tetangga untuk memanggil polisi dan membebaskan dirinya dari dalam kamar,” ungkapnya.‬

Isrul menambahkan, dalam kurun waktu 3 tahun aksi perampokan sudah 2 kali terjadi di rumah mereka. Namun para pelaku tak kunjung tertangkap sampai saat ini. “Ya, pada tahun 2013 lalu rumah saya juga pernah kena rampok, total kerugian Rp1,7 milliar,” akunya.

Irul berharap agar polisi dapat mengungkap kasus perampok bertopeng yang terjadi di rumahnya tersebut. ‪Hingga saat ini korban Nurlasmani Sitompul masih menjalani perawatan diruang ICU RSUD Kota Psp. Belum diketahui berapa kerugian materi akibat perampokan tersebut.

Editor: Mora