2 tahun lalu |23 Maret 2016 10:46 |1832 Pembaca

6 Pekerja Tambang PT MIK Diperiksa Polisi

Alat berat yang diamankan dari lokasi penambangan di Bukit Batu Harang, Sipultak Dolok, Pagaran, Taput

TAPUT, SUARATAPANULI.COM- Polres Taput telah periksa enam pekerja kasus penambangan ilegal di Bukit Batu Harang Desa Sipultak Dolok, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Taput. Dari hasil pemeriksaan, keenam pekerja mengakui bahwa alat berat yang diamankan benar milik PT MIK (Marlian Indah Karya). Pengusahanya asal daerah Serang Provinsi Banten bermarga Sihombing.

Kapolres Taput AKBP Dudus Harley Davidson Sik melalui Kasubbbag Humas Aiptu W Baringbing menjelaskan keenam pekerja diperiksa masih sebagai saksi. Dari keterangan hasil pemeriksaan, selain mengakui siapa pemilik alat berat para pekerja juga mengakui kalau aktifitas penambangan sudah dilakukan sejak Oktober 2015.

“Polres Taput serius menangani masalah ini, seluruh saksi kita periksa dalam satu hari, melibatkan lima orang juru periksa,” tegas Baringbing, Rabu (23/3).

Keenam pekerja yang diperiksa adalah Nambul Sihombing (36) warga Desa Sipultak, Jumiran Situmorang (27) warga Sipultak Dolok Kecamatan Pagaran, Nasar Nababan (36) warga Desa Siborongborong II Taput serta Bangun Lumbantoruan (43) warga Desa Nagasaribu Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundatan. Empat orang diantaranya bekerja sebagai operator alat berat. Sementara Nimrot Marbun (49) warga Dusun Hau Sisada-sada, Desa Hutaraja Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Taput sebagai admin PT MIK dan Nurhaba Siagian (53) warga Desa Sipultak Dolok sebagai pengawas lapangan PT MIK.

Menurut keenam pekerja, batu tersebut tidak hanya dijual dikawasan Taput, juga keluar kabupaten seperti Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Sibolga. Pembeli datang langsung ke lokasi dengan membawa truk masing-masing. Harga per truk mencapai Rp75 ribu. Muatan truk bisa mencapai 6 meter kubik. Salah sehari meter bisa mencapai hingga 50 truk.

Saat ini polisi juga memintai keterangan saksi ahli yakni dari Dinas Kehutanan Taput terkait areal lokasi penambangan yang diduga masih berada di kawasan hutan register 46. “Ini kita lakukan untuk pemenuhan keterangan tentang pelangaran UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” timpal Baringbing.

Polres Taput kemarin mengamankan 3 unit excavator bersama 6 orang pekerja. Penggerebekan tersebut melibatkan Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Satpol PP Taput. Menurut Kapolres AKBP Dudus, aktifitas penambangan batu di kawasan ini semakin merajalela dan luput dari pengawasan Pemkab Taput. Padahal  sudah sering disoroti oleh berbagai kalangan dan media.

Editor: Mora