2 tahun lalu |25 April 2016 08:10 |1138 Pembaca

Sayuran Luar Lebih Diminati Pasar, Petani Humbahas Kalah Mutu

Foto: Kentang dan tomat lokal kalah bersaing, pedagang beralih jual produk dari luar daerah. Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Sejumlah petani sayuran seperti kentang, tomat dan cabai di Kabupaten Humbahas mulai resah akibat komoditi luar lebih unggul di pasaran. Produk petani lokal mulai ditinggalkan konsumen, sebab sayuran dari luar daerah terlihat lebih segar dan ukurannya lebih besar.

“Barang yang datang dari luar daerah terlihat lebih besar-besar dan segar. Udah begitu harganya pun bersahabat, sehingga kita lebih memilih menjual kentang, tomat dan cabai yang datang dari luar,” kata H Lumbantobing (43) salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Lintongnihuta.

“Lagian para konsumen juga lebih memilih produk yang dari luar, katanya sih lebih berkualitas dan lembek untuk dikonsumsi. Karenanya saya memilih untuk menjualnya,” ujarnya lagi.

Hal senada juga diakui Hermin Sihombing, juga pedagang sayuran di pasar itu. Bahkan katanya belakangan ini, kentang dan tomat lokal hampir tidak laku dan ditinggal konsumen. “Berdasarkan pengamatan, kentang dan tomat lokal justru ditinggal konsumen dalam beberapa pecan terakhir ini. Itu karena kualitasnya berbeda dengan yang datang dari luar daerah. Kentang luar lebih kuning, manis dan lembut dikonsumsi. Demikian juga dengan tomat yang datang dari luar. Kulitnya mengkilat, besar besar lagi, harganya pun lebih murah dibanding dengan hasil petani lokal,” ujarnya.

Terpisah sejumlah petani lokal mengaku khawatir atas kondisi yang justru menjadi bumerang bagi mereka. Mereka berharap ada kebijakan pemerintah daerah untuk bisa membatasi peredaran kentang dan tomat di Humbahas. “Harusnya pemerintah daerah bisa menghempang banyaknya pedagang kentang, tomat dan cabai dari luar,” ujar petani.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Humbahas JW Purba mengakuinya persaingan sayuran dari luar daerah ke Humbahas membuat harga jual bersaing. Menurut JW, saat ini di Humbahas sendiri sudah beredar kentang impor yang berkualitas tinggi.

“Soalnya tidak hanya dari dalam negeri, bahkan kentang impor juga banyak beredar. Kualitasnya tinggi dan murah. Itu yang membuat kentang lokal kalah bersaing,” ujarnya.

Pihaknya kesulitan menghempang peredaran produk impor dan luar daerah. Yang bisa dilakukan hanya meningkatkan kualitas komoditi lokal dan menyesuaikan harga. “Karena biar bagaimanpun kualitaslah yang utama soal pasar ini,” tandasnya.

Editor: Mora