2 tahun lalu |25 April 2016 16:42 |1179 Pembaca

Pedagang Minta Dibuat Perda Penataan Pasar Sibolga

Foto: Aliansi Pedagang Pasar Sibolga bersama Wakil Ketua DPRD Jamil Zeb Tumori (tengah). Raymon/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Aliansi Pedagang Pasar Sibolga Nauli mendatangi Gedung DPRD setempat, Senin (25/4). Mereka meminta agar diterbitkan peraturan daerah (perda) tentang penataan pasar. Sebab pasar kian semraut pasca kebakaran tahun lalu.

Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori SH di ruang kerjanya. Pedagang, Irhas Tanjung, mengatakan saat ini kondisi pasar sangat semraut karena banyak pedagang yang berjualan di pelataran parkir. Itu karena tidak ada peraturan yang mengatur dan melarang mereka berjualan di luar gedung.

“Coba kalau ada perdanya, Satpol PP juga bisa bertindak tegas untuk menggusur pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan parkir itu,” tegas Irhas.

Jika kondisi itu terus berlanjut dan tidak ada solusi untuk menertibkan, dikhawatirkan bangunan yang ada menjadi sia-sia, dan kios pedagang di gedung sepi pembeli. Sebab, para pembeli lebih memilih belanja di luar dari pada di dalam. “Lantai 2 itu jarang dikunjungi pembeli. Selain itu fasilitasnya juga kurang menunjang, seperti arus listrik. Sehingga lantai 2 kerap terlihat sepi,” ujarnya.

Para pedagang di lantai 2 juga meminta perhatian dari Pemko Sibolga. Mereka mengatakan bila permintaan itu tidak dipenuhi,  mereka tidak mau membayar kontrak kios. “Maunya ada jembatan penghubung dari terminal langsung ke lantai 2. Kalau begini terus yang susah itu kami. Apalagi kondisi pasar kumuh, mana ada orang yang mau belanja bila pasar kita kotor begitu,” keluhnya.

Menanggapi aspirasi pedagang itu, Jamil mengatakan permintaan para pedagang itu adalah masukan yang positif. Ia juga mengakui kondisi pasar yang kumuh dan perlu penataan.

“Ini merupakan masukan yang perlu ditindak lanjuti, saya juga melihat beberapa tempat di pasar banyak yang tidak layak. Atau ada yang layak tapi tidak digunakan maksimal. Seperti tempat parkir di lantai atas, ini terkesan tidak di gunakan karena masih banyak pengendara parkir di luar,” ungkap Jamil.

Jamil berjanji akan memperjuangkan nasib para pedagang dan mendesak pimpinan dan anggota DPRD Sibolga untuk menerbitkan perda penataan pasar. ‪“Memang saat ini saya sedang fokus menata pasar inpres, namun walau bagaimanapun ini akan sama-sama kita perjuangkan. Karena pasar ini merupakan sentral usaha yang dominan menghasilkan PAD yang cukup tinggi. Saya berharap para pedagang agar bersabar, karena membuat perda ini tidak semudah yang dipikirkan, harus ada kajian-kajian sehingga perda tersebut memberikan keuntungan, baik bagi pemko maupun kepada para pedagang,” tutur Jamil.

Editor: Mora