2 tahun lalu |25 April 2016 19:33 |1353 Pembaca

Embung Matiti Ambruk Diusia 4 Bulan

Foto: Embung di Desa Matiti, Doloksanggul, Humbahas yang ambruk, Senin (25/4). Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Baru rampung dibangun 4 bulan lalu, embung di Desa Matiti, Kecamatan Doloksanggul, Humbahas sudah ambruk. Padahal prasarana pengairan sawah yang dibangun dinas pertanian kabupaten itu sangat dibutuhkan petani.

Amatan, sebagian dinding embung telah ambruk. Beberapa bagian dinding dan pondasinya pun terlihat sudah retak-retak. Ada pula bagian dindingnya yang ditambal semen untuk menutupi keretakannya.

Padahal pembangunan embung ini menelan dana sebesar Rp199 juta dari APBD Humbahas TA 2015. Petani setempat mengaku kecewa terhadap mutu konstruksi embung yang tak kokoh. Bahkan keberadaan embung ini disebut-sebut belum membawa dampak positif bagi petani padi setempat. 

“Dindingnya sudah retak-retak. Pondasinya seperti dibuat asal jadi saja. Maunya pihak terkait segera memperbaikinya. Kalau tidak, kami akan adukan ini ke penegak hukum,” ujar beberapa warga desa setempat yang salah satunya mengaku bermarga Manullang, Senin (25/4).

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek itu, Ariston Sijabat menyebutkan bahwa embung masih dalam masa retensi. Menurutnya kerusakan embung akibat pemasangan pipa di lokasi.

“Sebelum embung dikerjakan, ada 2 pipa yang terpasang di sana. Masyarakat tidak mau pipa itu dicabut, akibatnya rembesan air masuk melalui pipa yang tertimpa coran pondasinya,” kilah Ariston seraya menyebutkan akan memerintahkan pihak rekanan untuk memperbaiki kerusakan itu.

Terpisah, Direktur CV Humbang Mas, Ramli, berjanji akan segera memperbaiki kerusakan embung tersebut. Dituding embung tak berpondasi, Ramli membantahnya. “Itu jelas ada pondasinya. Bahkan kami buat lapisan tambahan pada pondasi awal,” ucap Ramli kepada wartawan.

Editor: Mora