2 tahun lalu |25 April 2016 21:34 |952 Pembaca

4 Remaja ‘Pembobol’ Rumdis Danrem Dikembalikan ke Orangtuanya

Foto: Keempat remaja 'pembobol' rumdis Danrem 023/KS di Kota Sibolga, saat diamankan petugas dengan kepala mereka yang sudah digunduli. Dok/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – SDN (14), CASS (14), FZW (14) dan AD (15) telah dikembalikan kepada orangtuanya. Namun dengan disaksikan orangtuanya masing-masing, keempatnya membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa lagi.

Sebelumnya keempat remaja warga Ketapang, Kota Sibolga ini diringkus personel TNI dari rumahnya masing-masing karena mencuri dua unit sepeda gunung dari rumah dinas (rumdis) Danrem 023/KS di Jalan Kapten Maruli Sitorus, Kelurahan Simaremare, Kota Sibolga, Minggu (24/4) dini hari. Mereka kemudian diserahkan ke Polres Sibolga.

Kapolres Sibolga AKBP Didi Wahyudi menyatakan pemberian sanksi pembinaan dan pernyataan tidak mengulangi perbuatannya itu berdasarkan amanat UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan kepada anak.

“Karena mereka masih usia anak, maka hanya diberi sanksi pembinaan lalu dikembalikan kepada orangtuanya, tapi mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa lagi,” kata AKBP Didi Wahyudi saat dihubungi Senin (25/4).

Nyali mereka terbilang cukup besar, berani memanjat dinding belakang rumah dinas Kol Inf Fachri itu. Padahal rumah dinas calon Jenderal itu dijaga sedikitnya oleh 3 personel TNI. Dua unit sepeda gunung merk ternama yang harganya lebih dari Rp20 juta itu berhasil mereka boyong.

Namun beberapa jam kemudian, keempatnya diringkus dari rumah masing-masing, bersama dengan barang bukti sepeda curiannya. Wajah pelakunya cepat dikenali karena terekam oleh CCTV yang terpasang di lokasi.

Sebelum diserahkan ke polisi, keempatnya sempat diintrogasi oleh petugas di Makorem 023/KS. Dan sebagai bentuk sanksi pembinaan, kepala mereka digunduli. Tiga diantaranya diketahui masih pelajar, sedangkan satu lagi sudah putus sekolah di kelas 2 SD.

Kepada petugas, keempatnya sempat berdalih bahwa mereka disuruh oleh seorang pemuda yang juga warga Ketapang untuk melakukan perbuatan pidana tak terpuji tersebut. Identitas pemuda penyuruh itu dinyatakan sudah diketahui, dan tengah dikejar oleh polisi.

Editor: Mora