2 tahun lalu |26 April 2016 16:40 |1394 Pembaca

‘Pasukan Kuning’ Kota Adipura Mogok Kerja, Puluhan Ton Sampah Menumpuk

Foto: Peralatan kerja 'pasukan kuning' Kota Sibolga yang mogok kerja karena gajinya macet 4 bulan. Raymon/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Dipicu belum menerima honor selama 4 bulan terakhir, petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan & Pertamanan (LHKP) Kota Sibolga mogok kerja. Dua hari tak kerja, puluhan ton sampah menumpuk di pemukiman warga kota peraih 8 kali Piala Adipura itu.

Usut punya usut, macetnya gaji ‘pasukan kuning’ itu akibat masih terganjalnya pencairan APBD Kota Sibolga TA 2016. Ratusan petugas sampah mulai dari pengangkut roda tiga, penyapu jalan, dan armada truk, sudah dua hari ini tak kerja.

Tumpukan sampah rumah tangga dan usaha tersebut membuat warga resah dan kebingungan. Aroma dan dampak membusuknya sampah itu dikhawatirkan menimbulkan penyakit.

“Jelas warga menjadi keberatan, sampah jadi menumpuk lantaran tidak diangkut oleh petugas sampah. Biasanya setiap pagi dan sore sampah selalu diangkut, namun sudah dua hari ini sampah di depan rumah saya tak kunjung diangkut, sekarang menumpuk dan mulai menimbulkan aroma busuk, “ jelas Adir, warga Jalan Midin Hutagalung, Selasa (26/4).

Tak hanya sampah di pemukiman warga, pemandangan serupa juga terlihat di bak-bak penampungan sampah milik dinas terkait. Sampah yang menumpuk mulai berserakan di trotoar dan badan jalan. Kondisi itu pun mulai meresahkan pengguna jalan.

Foto: Tumpukan sampah di salah satu titik di Jalan Ahmad Yani Kota Sibolga, Selasa (26/4). Raymon/ST Foto: Tumpukan sampah di salah satu titik di Jalan Ahmad Yani Kota Sibolga, Selasa (26/4). Raymon/ST

Sementara itu, Kepala Dinas LHKP Kota Sibolga, Tumbur Harahap mengatakan permohonan maafnya kepada masyakarat lantaran mogok kerjanya petugas pengangkut sampah. Diterangkannya, saat ini memang 14 truk pengangkut sampah milik instansinya itu sedang dikandangkan di gudang. Tak hanya itu, ratusan petugas penyapu jalan pun memang mogok kerja.

“Saya mohon maaf atas kondisi ini,” tutur Tumbur, ketika ditemui wartawan, Selasa (26/4).

Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Hendra Saputra menanggapi prihatin atas kondisi penumpukan sampah. Menurutnya, kepala dinas terkait harus mengambil kebijakan. “Bukan tinggal diam dan seolah kurang paham persoalan,” tandasnya.

Editor: Mora