2 tahun lalu |23 Maret 2016 12:09 |1731 Pembaca

Danrem Komit Berantas Mafia BBM di Sibolga

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM- Mafia BBM (bahan bakar minyak) di Kota Sibolga sepertinya tidak jera melakukan aksinya. Padahal baru-baru ini Satgas Anti Mafia BBM turun ke Sibolga dan menangkap 5 supir truk tangki yang ketahuan menurunkan sebagian muatannya alias ‘kencing’ di sebuah pangkalan penimbunan minyak di sekitar Kelurahan Simaremare, Jumat (4/3) lalu.

Danrem 023/KS Kolonel Inf Fachri, sebagai salah satu penanggungjawab objek vital di Kota Sibolga ketika diminta tanggapannya terkait maraknya aksi pencurian BBM ini menegaskan akan “melibas” habis mafia BBM yang masih membandel di seluruh daerah teritorial Korem 023/KS.

“Akan kita cek infonya dan ditindaklanjuti,” tulisnya melalui pesan singkat menjawab SUARATAPANULI.COM.

Sebelumnya, Satgas anti mafia BBM juga memfokuskan pengawasan di Terminal BBM Pertamina Kota Sibolga. Sebab ada oknum orang dalam yang diduga ikut terlibat dalam penyelewengan BBM tersebut.

Para pelaku mafia BBM ini seperti “kucing-kucingan” dengan petugas pengawas distribusi. Selama Satgas Anti Mafia BBM berada di Sibolga, praktik penyelewangan BBM itu berhenti. Sejumlah gudang penimbunan minyak yang ada di Sibolga dan Tapteng terlihat sepi. Beberapa hari sempat tidak ada aktifitas truk tangki yang keluar masuk untuk “kencing”. Namun setelah satgas kembali ke Jakarta, praktek penyelewengan BBM itu kembali dilakukan.

Pantauan dalam 2 hari terakhir ini, Selasa (22/3) hingga Rabu (23/3), puluhan mobil tangki BBM milik Pertamina terlihat ‘kencing’ di tiga gudang penimbunan minyak. Diantaranya yang berada di Jalan Sudirman, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

Seperti biasanya, para pekerja mempersiapkan alat-alat untuk mengambil minyak seperti drum, jerigen dan selang. Semua gerakan dilakukan dengan cepat. Pelaku langsung mengambil minyak dari tangki dan ditampung di beberapa drum dan jerigen yang sudah disediakan.

Sedangkan sopir truk tangki tetap berada di dalam truk. Setelah minyak diambil, truk tangki tersebut pergi meninggalkan lokasi dan truk satu lagi pun sudah berhenti menunggu pekerja menyelesaikan mengambil minyak di truk satunya. Semua aktifitas ini seolah luput dari pantauan aparat penegak hukum.

Editor: Mora