2 tahun lalu |27 April 2016 17:03 |1255 Pembaca

Sibolga Jadi ‘Kota Sampah’

Foto: Warga membuang sampah di lokasi pembuangan sehari-hari, tampak sampahnya sudah menumpuk karena tak diangkut petugas terkait, Rabu (27/4). Raymon/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Warga Kota Sibolga kecewa atas terjadinya penumpukkan sampah, baik di kawasan pemukiman maupun di ruas-ruas jalan kota. Kota peraih 8 kali piala Adipura itu pun seakan berubah drastis menjadi ‘kota sampah’.

Sampah kian menggunung di titik-titik pembungan warga pada hari ketiga mogoknya petugas dan armada kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) setempat, Rabu (27/4).

“Sudah 3 hari sampah dibiarkan begitu saja menumpuk, tidak ada petugas yang mengangkut,” keluh Arif (30), warga Jalan Gambolo.

Tumpukan sampah itu mulai menimbulkan bau busuk yang menyengat. Padahal, Arif mengaku rutin membayar retribusi sampah setiap bulan. “Lama-lama sampah yang tak diangkut itu akan menimbulkan wabah penyakit, apalagi kalau sampah menjadi basah akibat diguyur hujan,” ungkapnya.

Mogok kerjanya ‘pasukan kuning’ ditenggarai sudah 4 bulan tak menerima honor. Macetnya honor mereka disebut-sebut karena terkendalanya penetapan dan belum cairnya APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) tahun ini.

Serupa dengan pendapat warga lainnya, Arif kembali mengungkapkan, jika petugas kebersihan mogok lantaran tidak menerima gaji, maka sebaiknya Dinas LHKP bisa mempergunakan uang retribusi sampah. Pembayaran retribusi sampah di Sibolga sendiri ada yang melalui pembayaran rekening air bersih dan ada yang langsung menyetor ke petugas.

“Apa uang retribusi sampah yang selama ini dipergunakan untuk yang lain,” tandasnya.

Pantauan SuaraTapanuli, 1 unit truk dari 14 truk sampah milik Dinas LHKP Kota Sibolga tampak mulai bekerja mengangkut sampah-sampah di kawasan jalan protokol, seperti di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Suprapto.

Sedangkan untuk kawasan pemukiman warga seperti di Kecamatan Sibolga Sambas, beberapa warga mulai mengambil inisiatif sendiri dengan cara mengangkut sampah mereka ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

“Jika ditunggu, petugas kebersihan tak kunjung datang, maka kita angkut sendiri aja,” jelas Ali Aspar, warga Jalan KH Ahmad Dahlan seraya mengumpat tak akan membayar retribusi sampah bulan ini.

Editor: Mora