2 tahun lalu |28 April 2016 12:57 |933 Pembaca

Sampah Mulai Diangkut, Tapi Hanya dengan 4 Truk

Foto: Sampah berserakan di badan jalan protokol, Jalan Sisingamangaraja, Kota Sibolga, Kamis (28/4). Ist/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) Kota Sibolga, Tumbur Harahap menyebutkan pihaknya telah mengerahkan sedikitnya 4 unit truk untuk mengangkut sampah yang telah menumpuk akibat mogok kerjanya petugas dan armada kebersihan sejak Selasa (26/4).

Namun diakuinya 4 truk saja tidak maksimal, sebab normalnya harus 14 truk dioperasikan setiap hari. “Mulai hari Rabu (27/4) kami sudah mulai turunkan 4 dari 14 truk pengangkut sampah yang ada. Mereka akan bekerja sejak pagi hingga malam,” kata Tumbur kepada wartawan.

Pengerahan petugas dan armada seadanya itu karena terkendala biaya operasional. Seperti untuk membeli bahan bakar minyak dan honor petugasnya. Sebab seperti dikabarkan sebelumnya, pencairan APBD Kota Sibolga TA 2016 masih terkendala hingga kini. Sementara para ‘pasukan kuning’ sudah 4 bulan belum menerima gaji.

“Kalau untuk tenaga harian lepas penyapu jalan belum bisa kami turunkan. Becak atau yang roda tiga pun baru 3 unit yang bisa melayani. Kami harap masyarakat bersabar,” kata Tumbur.

Pantauan di lapangan, petugas dan truk sampah memang terlihat mulai bekerja sejak Kamis (28/4) pagi. Namun belum semua titik tempat pembuangan sampah di pemukiman warga yang dapat terlayani. Bahkan, terpantau di media sosial facebook ada warga Sibolga yang memposting foto-foto tumpukan sampah yang diletakkan di tengah badan Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan, pada Kamis (28/4) pagi.

“Lihatlah itu sudah sampai ke badan jalan sampahnya. Padahal warga telah membayar uang restribusi sampah tiap bulan setiap melakukan pembayaran air di PDAM Sibolga,” ucap Roin Simangungsong (32), warga Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kamis (28/4).

Senada dikatakan Frengki Purba (35) warga Jalan Damai Kelurahan Aek Habil. Frengki mengatakan, tumpukan sampah tersebut selain mengganggu kesehatan juga nanti dapat memicu munculnya penyakit bagi warga.‬

“Tumpukan sampah itu jelas bisa berdampak buruk terhadap kesehatan warga sekitar. Saya berharap agar Pak Walikota Sibolga turun ke lapangan, tindak instansi terkait kalau memang tidak becus bekerja. Kondisi ini janganlah sampai terulang kembali,” harap pria bertubuh gempal itu.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori menyatakan pencairan anggaran pada SKPD yang ditampung melalui APBD sudah dapat dicairkan. Sebab hasil evaluasi Rabu (27/4), telah disepakati penandatanganan Perda Tentang APBD TA 2016 oleh pihak-pihak terkait.

“Dua pimpinan DPRD sudah meneken kesepakatan itu. Jadi sejak Rabu (27/4) APBD sudah bisa dicairkan. Itu termasuk honor para tenaga harian di dinas-dinas, juga tunjangan kesejahteraan (KS) pegawai,” kata Jamil kemarin. (Tim)

Editor: Mora