2 tahun lalu |28 April 2016 14:36 |1131 Pembaca

Miris, ‘Pasukan Kuning’ Sudah Banyak Ngutang

Foto: Salah satu titik tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah di pemukiman warga di Kota Sibolga. Mora/ST

SIBOLGA,¬†SUARATAPANULI.COM¬†– Mogok kerjanya ‘Pasukan Kuning’ berbuntut polemik penanganan sampah di pemukiman warga Kota Sibolga. Ada yang kecewa dan kesal karena sampah kian menumpuk di tempat-tempat pembuangan sampah di pemukiman warga. Ada juga yang bertindak sendiri mengantar sampahnya¬† ke TPA (tempat pembuangan akhir) di Aek Parombunan, Sibolga Selatan.

Tapi di balik beragam polemik opini itu, ada hal yang cukup memprihatinkan. Dimana para petugas kebersihan, baik penyapu jalan maupun petugas pengangkut sampah yang digaji dengan upah harian ternyata belum menerima honornya sejak 4 bulan lalu. Itu kondisi yang memprihatinkan jika direlevansikan dengan Kota Sibolga yang sudah beberapa kali mendapat Piala Adipura.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (LHKP) Kota Sibolga, Romel Sibuea mengakui, para ‘Pahlawan Adipura’ itu sudah banyak terlilit hutang karena berbulan-bulan belum gajian. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak mana kala para petugas kebersihan memilik untuk mogok kerja.

“Kalau alasannya, mereka sudah pada banyak berhutang,” ujar Romel saat ditanya soal kenapa para petugas kebersihan berstatus tenaga harian lepas (THL) itu mogok kerja, Kamis (28/4).

Lantas kapan mereka akan akan kerja lagi seperti biasanya? Romel sendiri belum dapat memastikan. Yang pasti, pihaknya sudah mengajukan berkas pencairan anggaran intansinya, termasuk untuk pembayaran honor THL petugas kebersihan, ke Dinas PKAD Kota Sibolga.

“Gak tahu, kami tidak bisa pastikan kapan. Tapi kami sudah ajukan SPJ nya ke Dinas PKAD, tinggal proses di sana. Kalau sudah bisa dicairkan nanti bendahara akan dipanggil, dikasih cek, lalu dicairkan ke bank,” timpal Romel.

Diakuinya bahwa untuk untuk saat ini armada dan petugas pengangkut sampah dari instansinya belum bisa bekerja maksimal. Memang, pada Kamis (28/4) sudah ada 4 truk pengakut sampah yang dikerahkan untuk bekerja semampunya. Padahal normalnya untuk menjamin Kota Sibolga bersih setiap hari harus dengan menerjunkan 14 unit truk, 14 unit becak, dan 160-an penyapu jalan.

“14 truk itu dibagi dalam dua tim dengan 3 ship, yakni untuk pagi, siang dan malam,” paparnya.

Sementara volume produksi sampah rumahtangga masyarakat Kota Sibolga setiap harinya mencapai rata-rata 12 ton. Semua sampah itu mesti diangkut ke TPA Sampah di Jalan Jend Sudirman, Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

Editor: Raymon