2 tahun lalu |28 April 2016 16:22 |1718 Pembaca

43 Orang Diduga Keracunan Itak-itak Saat Syukuran Rumah Baru

Foto: Salah satu korban keracunan makanan yang dirawat di RSUD Pandan, Tapteng, Kamis (28/4). Fredes/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Sedikitnya 43 orang mengalami keracunan makanan saat acara syukuran memasuki rumah baru di Lingkungan I Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (28/4).

Diduga, mereka mual-mual dan pusing setelah menyantap itak-itak (semacam kue beras khas daerah Tapanuli) di rumah baru keluarga Roy S Pane (37).

Acara dimulai sekira pukul 09.30 WIB. Selang setengah jam kemudian salah seorang warga bernama Rospita mulai mengalami mual-mual dan kejang, serta mengeluarkan buih putih dari mulutnya. Tak lama kemudian korban lainnya mengalami hal serupa. Hingga totalnya ada sekitar 43 orang yang terkena.

Para korban pun langsung dilarikan ke unit kesehatan terdekat, seperti ke Puskesmas Sibabangun dan Pinangsori, serta puskesmas pembantu, untuk mendapatkan tindakan medis. Sedangkan 13 orang korban lainnya langsung dirujuk ke RSUD Pandan karena kondisinya kian memburuk.

Kapolsek Sibabangun AKP Sopyan membenarkan insiden keracunan ini. Pihaknya masih menelusuri pemicu keracunan makanan massal itu. “Ya benar, saat ini kita masih selidiki penyebab keracunan ini,” katanya.

Dari data yang diperoleh, korban yang dirawat di RSUD Pandan yakni Netty Sitanggang (53), Sahuddin Sinaga (55), Zakariah Pasaribu (49), Alpi Candra Piliang (44), Raminah Sitompul (51), Rospida Simorangkir (42), Yusraini Hasibuan (28), April Lubis (25), Halomoan Siregar (59), Roy S Pane (32), Adil Lubis (29), Junardi Siregar (40), Marihot Lubis (60).

Korban yang dirawat di Puskesmas Sibabangun yakni Arizal Chaniago (58), Helmina Simatupang (50), Misnah (50), Mujur Sihombing (35), Kasri Laoly (46). Sedangkan salah seorang korban bernama Asramawani (48) dirawat di Puskesmas Batangtoru, Tapanuli Selatan. Sementara korban lainnya dirawat di rumah masing-masing.

Berdasarkan pengakuan warga dan informasi yang dihimpun, keracunan itu akibat itak-itak yang dikonsumsi para korban.

Sementara itu Sekretaris RSUD Pandan Jongga Hutapea juga membenarkan pihaknya tengah merawat belasan korban keracunan. “Benar, mereka masih menjalani pengobatan sampai sekarang,” kata Jongga saat dihubungi melalui selulernya.

Editor: Mora