2 tahun lalu |28 April 2016 17:45 |1358 Pembaca

Dirut RSUD Pandan: Kondisi Para Korban Keracunan Membaik

Foto: Para korban dugaan keracunan makanan yang dirawat di ruang perawatan RSUD Pandan, Kamis (28/4) petang. Fredes/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Kondisi belasan korban dugaan keracunan makanan yang dirawat di RSUD Pandan Tapanuli Tengah (Tapteng) dilaporkan semakin membaik. Beberapa diantaranya sudah dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan.

“Secara umum 15 pasien yang kami tangani kondisinya membaik. Sebagian sudah masuk ruang perawatan untuk ditangani lebih lanjut. Golongan usianya semua orang dewasa, baik yang pria maupun yang perempuan,” kata Dirut RSUD Pandan dr Sempakata Kaban, saat dihubungi Kamis (28/4) petang.

Pihak medis sendiri belum dapat memastikan apa penyebab keracunan massal tersebut, dugaan sementara dari makanan yang dikonsumsi para korban, namun spesifikasi jenis makanan apa, itu belum bisa dipastikan.

“Kami masih menduga dari makanan. Mereka itu gejalanya sama, dan orangnya adalah yang memakan salah satu jenis makanan yang sama di lokasi tersebut. Jadi kategorinya itu gangguan pencernaan. Gejalanya mual, muntah, pusing, dan lemas,” ucap dr Sempakata.

Melihat kondisi para korban secara umum, dr Sempakata menyebutkan mungkin perawatan mereka tidak membutuhkan waktu yang lama. “Tapi kami obsevasi dulu, kalau kondisi sekarang semua rata-rata membaik, mereka sudah bisa berkomunikasi dengan baik,” papar dr Sempakata seraya menyebutkan pihaknya mengutamakan penanganan dan belum bicara soal biaya terhadap semua korban.

Dinas Kesehatan Periksa Sample Makanan

Ditambahkannya, pihak Dinas Kesehatan Tapteng sendiri tengah melakukan pemeriksaan sample makanan yang disajikan di lokasi pesta. “Ya, Dinas Kesehatan tadi sudah ke sana melacak, supaya diperiksa jenis-jenis makanan yang ada saat itu ke laboratorium,” bebernya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sedikitnya 43 orang diduga mengalami keracunan makanan saat acara syukuran memasuki rumah baru keluarga Roy S Pane (37) di Lingkungan I Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (28/4) siang. Disinyalir, mereka mengalami mual, muntah dan pusing setelah menyantap itak-itak, kue beras khas daerah Tapanuli.

Para korban langsung dilarikan ke unit kesehatan terdekat, seperti ke Puskesmas Sibabangun dan Pinangsori, serta puskesmas pembantu, dan sebagian ke dirujuk ke RSUD Pandan, untuk mendapatkan tindakan medis.

Data yang dihimpun, korban yang dirawat di RSUD Pandan diantaranya Netty Sitanggang (53), Sahuddin Sinaga (55), Zakariah Pasaribu (49), Alpi Candra Piliang (44), Raminah Sitompul (51), Rospida Simorangkir (42), Yusraini Hasibuan (28), April Lubis (25), Halomoan Siregar (59), Roy S Pane (32), Adil Lubis (29), Junardi Siregar (40), Marihot Lubis (60).

Korban yang dirawat di Puskesmas Sibabangun yakni Arizal Chaniago (58), Helmina Simatupang (50), Misnah (50), Mujur Sihombing (35), Kasri Laoly (46). Sedangkan salah seorang korban bernama Asramawani (48) dirawat di Puskesmas Batangtoru, Tapanuli Selatan. Sementara korban lainnya dirawat kini tengah di rumahnya masing-masing.

Editor: Mora