2 tahun lalu |28 April 2016 18:46 |1214 Pembaca

Polisi dan Dinkes Periksa Sample Makanan serta Saksi

Foto: Belasan warga korban keracunan makanan di Sibabangun, Tapteng yang dirawat di RSUD Pandan kondisinya berangsur membaik, Kamis (28/4). Fredes/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Pihak Polres bersama Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah (Tapteng) memeriksa sample makanan yang disajikan saat acara syukuran memasuki rumah baru keluarga Roy S Pane di Lingkungan I Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kamis (28/4) siang. Sejumlah saksi, termasuk tuan rumah, juga turut dimintai keterangan.

Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tapteng untuk mengumpulkan semple beberapa jenis makanan yang disajikan saat acara itu, untuk kemudian diperiksa ke laboratorium.

“Dalam kasus ini kami belum bisa menyimpulkan ada atau tidaknya terjadi suatu unsur tindak pidana. Kami masih mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi, khususnya tuan rumah yang menyajikan makanan. Kalau ada korban jiwa, maka kami akan lidik ada tidaknya unsur kelalaian atau kesengajaan. Jika ada, kita akan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kapolres Tapteng AKBP Bony JS Sirait, saat dihubungi Kamis (28/4) petang.

Seperti dikabarkan sebelumnya, sedikitnya 43 orang mengalami keracunan makanan saat acara syukuran memasuki rumah baru itu. Mereka mengalami mual, muntah dan pusing diduga beberapa saat setelah menyantap itak-itak, kue beras khas daerah Tapanuli. Para korban kemudian dilarikan ke unit kesehatan terdekat, seperti ke Puskesmas Sibabangun dan Pinangsori, puskesmas pembantu, serta belasan yang terparah dirujuk ke RSUD Pandan untuk mendapatkan tindakan medis yang lebih baik.

Dirut RSUD Pandan dr Sempakata Kaban menyatakan hingga Kamis (28/4) petang, pihaknya masih melakukan perawatan kepada 15 pasien korban. Namun secara umum, kondisi mereka berangsur membaik dan telah dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan. Sementara korban lainnya dikabarkan tengah dirawat di rumahnya masing-masing.

Editor: Mora