2 tahun lalu |28 April 2016 19:19 |1829 Pembaca

Korban: Itak-itaknya Memang Sudah Bau

Foto: Dirut RSUD Pandan, Tapteng, dr Sempakata Kaban (kanan) saat meninjau perawatan para korban keracunan makanan di ruang rawat, Kamis (28/4). Fredes/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Syukuran memasuki rumah baru salah seorang warga Lingkungan I, Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (28/4) siang, berujung insiden keracunan makanan. Sedikitnya ada 43 orang mengalami mual, muntah dan pusing diduga setelah menyantap kue itak-itak yang disajikan tuan rumah.

Menurut beberapa korban, aroma kue beras khas Tapanuli itu memang sudah tak sedap saat disajikan. Mereka juga menyebutkan, menurut cerita bahwa tepung pembuat kue tersebut dibeli dari Kota Sibolga.

Itak-itaknya tadi memang sudah bau. Kami pun tadi sudah membahas-bahasnya. Tapi karena menghargai tuan rumah, maka kami makan juga,” ucap salah seorang korban yang dirawat di RSUD Pandan, Kamis (28/4) sore.

Terpisah, Dirut RSUD Pandan dr Sempakata Kaban menyebutkan memang mungkin saja tepung pembuat kue beras tersebut telah kadaluarsa atau berjamur. Kondisi tepung beras yang tidak layak konsumsi memang akan membuat manusia yang mengkonsumsinya dapat mengalami gangguan pencernaan.

“Bisa saja mungkin bahan tepung pembuat kue itak-itaknya sudah berjamur, sehingga membuat orang yang memakannya menjadi keracunan. Tapi kita tunggu saja hasil pemeriksaan sample makanan itu dari laboratorium di Medan,” beber dr Sempakata.

Sementara itu, 15 korban yang dirawat di RSUD Pandan dinyatakan kondisnya membaik. Mereka telah dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan. Sementara korban lainnya dikabarkan telah kembali dari puskesmas, dan dirawat di rumahnya masing-masing.

Editor: Mora