2 tahun lalu |29 April 2016 09:00 |923 Pembaca

PDAM Taput Naikkan TDA Tanpa Diketahui Bupati

Ilustrasi

TAPUT, SUARATAPANULI.COM -Kebijakan PDAM Mual Natio Tapanuli Utara (Taput) yang sudah memberlakukan kenaikan Tarif Dasar Air (TDA) ternyata tidak diketahui oleh Bupati Nikson Nababan. Raut wajah Bupati terlihat rada kaget ketika awak media menyinggung pemberlakuan tarif itu.

“Memang sudah diberlakukan?,” tanya balik Bupati kepada awak media saat temu pers di ruang kerjanya, Kamis (28/4).

Foto: Bupati Taput Nikson Nababan. Buea/ST Foto: Bupati Taput Nikson Nababan. Buea/ST

Merasa usulan kenaikan tarif tersebut belum disetujuinya, Nikson kemudian meminta stafnya memanggil segera pimpinan perusahaan daerah itu, atau staf yang membidangi TDA. Tak lama, Staf PDAM Jhon S Nababan tiba di ruangan bupati.

Ditanya perihal kepastian kenaikan TDA, Jhon berdalih bahwa keputusan itu sesuai usulan kebijakan sebelumnya yang kemudian diterapkan. “Itu usulan kita tahun 2015, bulan ini sudah diberlakukan Pak,” jelas Jhon kepada Bupati.

“Harusnya pelayanan yang  diutamakan. Saya sendiri belum menyetujui kenaikan tarif itu. Pastikan dulu tidak ada keluhan masyarakat terkait PDAM. Nah, soal tagihan pemakaian itu adalah urusan selanjutnya. Masyarakat tidak terbebani kalau pelayanan kalian maksimal,” ketus Bupati.

Seperti diketahui TDA baru itu sebesar Rp1.700 per meter kubik, dari sebelumnya yang hanya Rp690. Pemberlakuannya mulai Maret 2016. Kenaikan TDA dianggap perlu karena perusahaan milik pemerintah daerah ini dianggap merugi jika bertahan pada tarif lama.

Terpisah, M Manalu, warga Tarutung, mengaku sangat keberatan atas kenaikan TDA yang diberlakukan itu. Selain memberatkan, dia menilai kenaikan kurang mendasar karena pelayanan PDAM Mual Natio tidak maksimal. “Kalau seiring dengan peningkatan pelayanannya, oke saja. Tapi jangan pula tarif naik, tapi pelayanan toh gitu-gitu juga,” tandasnya.

Editor: Mora