2 tahun lalu |29 April 2016 13:07 |5586 Pembaca

Obat Pembasmi Keong Mas Temuan Siswa SMP Tapteng Ditandingkan di OSN

Foto: Ari Ananda Tarigan (tengah) dkk menunjukkan ramuan pembasmi hama keong mas temuan mereka. IST/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Ramuan pembasmi hama keong mas temuan siswa kelas XI SMP Negeri 1 Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) akan dipertandingkan di Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Kota Palembang pada tanggal 15-21 Mei nanti. Obat hasil penelitian Ari Ananda Tarigan dkk itu diharapkan bakal meraih medali emas.

Bahan-bahan pembuat ramuan mujarab itu sangat sederhana, hanya dari daun tanaman gulma yang di daerah itu disebut sipaet-paet dan satu jenis daun lagi yang masih dirahasiakan.

Ari menjelaskan, penemuan itu berawal dari tugas sekolah. Mereka disuruh menganalisis kandungan serat dari dedaunan. Tanaman sipaet-paet sendiri banyak tumbuh di lahan tak terawat, di tepi jalan raya, bahkan di pekarangan dekat sekolahnya juga ada. Ketika air perasan kedua jenis daun itu dicampur dengan air mineral, ternyata sangat ampuh membunuh hama yang merupakan musuh bebuyutan para petani padi itu.

“Awalnya dari ketidak sengajaan saya memilih bahan alami yakni daun sipaet-paet dan daun lainnya untuk bahan penelitian tugas sekolah,” ujar Ari kepada wartawan di laboratorium sekolahnya, Jumat (29/4).

Dengan bimbingan guru fisikanya Agus Hutabarat, Ari dkk melakukan penelitian lanjutan. Hingga akhirnya formulanya bisa disempurnakan lagi. Tak disangka, ramuan berbahan alami itu tak kalah ampuh dengan racun kimia yang biasa dipakai petani.

“Tadinya tugas penelitian itu hanya sebatas menguji khasiat daun sipaet-paet dan daun lainnya. Mereka tidak membahas bentuk pengemasan idealnya untuk membasmi hama,” ungkap Pak Guru Agus.

Berangkat dari temuan yang tak disengaja itu, Ari dkk lantas melanjutkan penelitian. Hingga akhirnya formulanya bisa disempurnakan lagi. Tak disangka, ramuan berbahan alami itu tak kalah ampuh dengan racun kimia yang biasa dipakai petani.

Mereka sudah beberapa kali menguji obat temuan itu di persawahan. Hasilnya luar biasa, lima jam pasca ramuan itu disemprotkan ke lahan dan tanaman, keong mas langsung mati, tanpa merusak tanaman.

Menurut Pak Guru Agus, saat ini ramuan itu masih berupa cairan, maka masih perlu ada penelitian lanjutan untuk mempermudah kemasan formulanya, apakah misalnya diekstrak menjadi bentuk tablet kecil atau dipadatkan seperti pupuk.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Delta Pasaribu mengapresiasi temuan siswa yang inovatif tersebut. Menurut Delta, ramuan itu dapat dikembangkan. Dengan begitu para petani akan lebih gampang membasmi keong mas dengan metode yang tergolong tradisional itu.

“Kalau bahan alami tidak berbahaya terhadap lingkungan karena tidak ada residu kimia yang dihasilkan,” ungkap Delta.‬

‪Pihaknya mendorong segera dilakukan analisis atas temuan itu, termasuk apakah bisa dikomersilkan. “Kami akan memberikan pendampingan terhadap inovasi-inovasi yang positif,” pungkasnya.

Editor: Mora