1 tahun lalu |1 Mei 2016 17:22 |1543 Pembaca

Bupati Taput Dianugerahi Gelar KRT Keraton Surakarta

Foto: KRT Nikson Nababan Kriyonegoro dan Dra GKR Wandansari MPD, pejabat Pangagenging Sasana Wilapa Hangabehi di Keraton Surakarta. Dok Ist/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Keraton Surakarta Hadingrat. Upacara penganugerahannya dilaksanakan di Ruang Ndalem Kalitan Keraton Surakarta, Solo, Minggu (1/5).

Gelar tersebut langsung diberikan oleh Raja Pakubuwono XIII, melalui Dra GKR Wandansari MPD, pejabat Pangagenging Sasana Wilapa Hangabehi di Keraton.‬ Dengan itu Nikson kini menjadi ‘Kanjeng Raden Tumenggung Drs Nikson Nababan Kriyonagoro’.‬

Kanjeng Raden Tumenggung,(Kriyonegoro, dalam bahasa Jawa), merupakan gelar kehormatan kepada pemimpin yang selalu berkarya untuk kemajuan, kemakmuran negeri dan rakyatnya. Juga kepada pemimpin yang selalu menjaga keberagaman, adat dan budaya.‬

Saat dihubungi Suara Tapanuli via telepon, Nikson menyatakan rasa bahagia sekaligus bangga atas anugerah yang diterimanya.

“‪Saya merasa terhormat menerima anugerah gelar Kanjeng Raden Tumenggung ini. Ini merupakan gelar yang bukan hanya terhormat, tapi juga memiliki tanggungjawab sebagai seorang pemimpin.‬ Saya berharap dengan gelar ini, ke depan saya bisa lebih semangat dan amanah dalam memimpin Taput,” ujar Nikson.

“Anugerah KRT juga bentuk pengakuan dari Keraton Surakarta atas keragaman dan kekayaan budaya di Kabupaten Tapanuli Utara. Anugerah ini hanya akan menjadi seremonial semata bila kita tidak mengimplemasikan dalam kehidupan sehari-hari,” sambung Nikson lagi.

Nikson menceritakan, penganugerahan dilaksanakan dengan sebuah prosesi Kekeratonan Surakarta yang sangat sakral. Dia dipakaikan busana bak seorang pangeran, kemudian disumpah untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat, serta menjaga nama baik Keraton Surakarta. Selepas itu, ia diajak untuk melihat  sekeliling Keraton. Diperkenalkan dengan adat istiadat serta seluruh isi istana kerajaan.‬

Editor: Mora